In Picture: Panen Sayur Hidroponik di Pekalongan
Rep: Harviyan Perdana Putra/ Red: Yogi Ardhi

Pekerja memetik sayur selada hasil panen sistem hidroponik di Sayoor Farm, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (12/9/2021). Menurut produsen sayur, dalam sebulan mampu panen sayur selada sebanyak 260-300 kilogram dengan harga jual sekitar Rp25 ribu per kilogram dan omzet sebanyak Rp7,5 juta per bulan dan pemasaran ke rumah makan hingga hotel. | Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Pekerja memetik sayur selada hasil panen sistem hidroponik di Sayoor Farm, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (12/9/2021). Menurut produsen sayur, dalam sebulan mampu panen sayur selada sebanyak 260-300 kilogram dengan harga jual sekitar Rp25 ribu per kilogram dan omzet sebanyak Rp7,5 juta per bulan dan pemasaran ke rumah makan hingga hotel. ç | Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Pekerja memetik sayur selada hasil panen sistem hidroponik di Sayoor Farm, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (12/9/2021). Menurut produsen sayur, dalam sebulan mampu panen sayur selada sebanyak 260-300 kilogram dengan harga jual sekitar Rp25 ribu per kilogram dan omzet sebanyak Rp7,5 juta per bulan dan pemasaran ke rumah makan hingga hotel. | Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Pekerja memetik sayur selada hasil panen sistem hidroponik di Sayoor Farm, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (12/9/2021).
Menurut produsen sayur, dalam sebulan mampu panen sayur selada sebanyak 260-300 kilogram dengan harga jual sekitar Rp25 ribu per kilogram dan omzet sebanyak Rp7,5 juta per bulan dan pemasaran ke rumah makan hingga hotel.