Harga Sembako di Pasar Ciputat Merangkak Naik Jelang Ramadhan

Rep: Eva Rianti/ Red: Ani Nursalikah

 Kamis 03 Mar 2022 11:47 WIB

Salah satu stok minyak goreng yang dipajang penjual di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, Jumat (25/2/2022). Harga Sembako di Pasar Ciputat Merangkak Naik Jelang Ramadhan Foto: Republika/Eva Rianti Salah satu stok minyak goreng yang dipajang penjual di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, Jumat (25/2/2022). Harga Sembako di Pasar Ciputat Merangkak Naik Jelang Ramadhan

Harga beras, gula, telur, hingga minyak goreng naik.

 

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Sejumlah harga sembako di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten mengalami kenaikan menjelang momen Ramadhan. Terpantau, beberapa komoditas bergerak naik, mulai dari beras, gula, telur, hingga minyak goreng. 

Seorang pedagang sembako, Doni (40 tahun) mengatakan rata-rata harga sembako yang dijualnya terus bergerak naik. Seperti beras dan gula yang mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 per kilogram (Kg) dalam beberapa pekan terakhir. 

Baca Juga

"Beras mulai naik, sekarang Rp 8.500, dari Rp 7.500 per kilogram dua minggu yang lalu. Gula juga naik Rp 1.000 dari Rp 14 ribu per kg jadi Rp 15 ribu per Kg, itu sudah sebulan," ujar Doni di Pasar Ciputat, Kamis (3/3/2022). 

Doni mengatakan, harga telur juga naik, bahkan kenaikannya bisa dalam hitungan hari. Dia menyebut harga telur hari ini, Kamis (3/3/2022) bergerak di angka Rp 21.300, naik Rp 1.100 dari Rp 20.200 pada kemarin, Rabu (2/3 /2022). Esok hari, Jumat (4/3/2022), harga telur akan naik Rp 1.000 menjadi Rp 22.300 per Kg. 

Sementara itu, harga minyak goreng terpantau bergerak di angka Rp 18 ribu per liter atau Rp 35 ribu per dua liter. Doni mengatakan, harga minyak goreng subsidi yang diprogramkan oleh pemerintah seharga Rp 14 ribu per  liter atau Rp 28 ribu per dua liter tidak diperoleh olehnya. Sehingga dia terpaksa menjual minyak goreng yang lebih mahal guna memenuhi kebutuhan pelanggan. 

Doni menuturkan, dirinya tidak mendapatkan minyak goreng subsidi meskipun telah berkomunikasi dengan agen untuk menyediakannya. "Sempat dua minggu yang lalu diminta fotokopi KTP, sampai surat bermaterai segala, dijanjikan (minyak goreng subsidi datang) dua hari setelah itu. Tapi sampai sekarang belum datang," tuturnya. 

Doni mengaku mengeluhkan banyaknya harga sembako yang terus mengalami kenaikan. Pasalnya, banyak pelanggannya yang keberatan dengan kondisi itu. 

"Bukan keberatan lagi. (Harapannya) sudah nggak ada, nggak berharap sama pemerintah. Mendingan nggak usah ada pemerintah," katanya dengan ketus. 

Berita Lainnya

Play Podcast X