REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Jelang Hari Idul Fitri, diperkirakan jumlah kriminalitas akan meningkat, terutama pada jalur-jalur mudik. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) pun menegaskan akan langsung menembak pelaku kriminalitas tanpa perintah.
Kepala Polda Jabar, Irjen Pol Sutarman, menyatakan pihaknya akan menempatkan anggota brigadir mobil (Brimob) pada jalur-jalur mudik rawan kriminalitas. Para anggota Brimob tersebut akan dipersenjatai senjata laras panjang.
Sutarman menjelaskan, anggota Brimob yang ditempatkan pada jalur mudik rawan kriminalitas memiliki wewenang untuk menggunakan senjata tersebut tanpa komando atau perintah langsung dari atasan. Hal itu dilakukan jika pelaku kriminalitas dianggap telah membahayakan para pemudik atau anggota Brimob tersebut.
''Tembak langsung tanpa perintah tersebut sudah masuk dalam standar teknis dan yuridis. Mereka (anggota Brimob) punya wewenang itu tanpa menunggu perintah,'' tegas Sutarman usai rapat terakhir koordinasi pengamanan jalur mudik dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jabar terkait, Selasa (24/8) petang.
Sutarman mencontohkan, jalur Wado-Malangbong merupakan salah satu jalur mudik yang akan dijaga ketat anggota Brimob yang dipersenjatai. Pasalnya, jalur tersebut kerap sepi dan jarang dilalui para pemudik. Jalur Wado-Malangbong menjadi jalur alternatif arus mudik di bagian tengah untuk menuju ke Cirebon dan Losari.
Selama arus mudik dan balik, Polda Jabar telah menyiapkan pengamanan di 23 pos aju. Pos tersebut lengkap dengan jumlah personil yang cukup banyak yang dilengkapi dengan press room, tempat istirahat, ambulans, dan petugas rumah sakit. Selain itu, tambahnya, juga akan ditempatkan di 354 pos pengamanan dan 1777 titik pengamanan di jalur mudik. ''Untuk Nagreg akan dioperasikan pada H-7 hingga H+7. Setelah itu, akan ditutup kembali untuk penyelesaian tahap akhir,'' jelas Sutarman.