Kulonprogo Zona Merah, Masyarakat Diminta tak Khawatirkan Delegasi G20

Red: Fernan Rahadi

Suasana di Bandara YIA, Kulonprogo, Yogyakarta.
Suasana di Bandara YIA, Kulonprogo, Yogyakarta. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kabupaten Kulonprogo (KP) termasuk dalam kategori zona merah Covid-19 atau berada dalam risiko tinggi. Sementara, Presidensi KTT G20 Tahun 2022 digelar di DIY mulai Rabu (16/3) besok.

Hal ini membuat masyarakat ada yang khawatir jika delegasi atau pendukung kegiatan G20 yang datang dari berbagai negara tersebut membawa virus. Namun, Pemda DIY meminta masyarakat untuk tidak khawatir.

"Masyarakat Kulonprogo tidak perlu khawatir," kata Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY, Agus Priyono.

Agus mengatakan, sudah ada pendampingan yang dilakukan terhadap delegasi G20 sejak datang di Jakarta hingga sampai di DIY. Bahkan, delegasi G20 ini juga tidak dibebaskan bergerak selama rangkaian kegiatan G20 berlangsung di DIY.

"Sudah dipastikan (pemerintah) pusat akan ada pendampingan, delegasi tidak bebas beraktivitas dan dipastikan ada pendampingan," ujarnya.

Selama rangkaian kegiatan G20 berlangsung di DIY, penerapan protokol kesehatan (prokes) dipastikan berjalan dengan ketat. Termasuk monitoring kondisi kesehatan delegasi G20 juga dilakukan secara berkelanjutan.

"Untuk delegasi akan ada pendampingan mulai dari Jakarta, panitia pusat akan memastikan prokes terjaga," jelas Agus.

Berdasarkan zonasi peta risiko Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah pusat, Kulonprogo termasuk dalam kategori zona merah Covid-19. Sedangkan, tiga kabupaten dan kota lainnya di DIY masuk dalam kategori zona oranye.

Artinya, empat wilayah tersebut termasuk dalam zona risiko sedang. Empat wilayah tersebut yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa delegasi G20 tidak akan menjalani karantina saat datang ke DIY. Para delegasi tersebut sudah dapat langsung melaksanakan kegiatan selama berada di DIY.

Pasalnya, kata Aji, diterapkan bubble system bagi delegasi sejak datang dari Jakarta guna membatasi aktivitas di luar aktivitas G20. Meskipun begitu, saat delegasi G20 sampai di DIY, dilakukan tes Covid-19.

"Yang sudah datang ke Yogya tidak melakukan karantina, sudah langsung bisa beraktivitas karena sistem bubble sudah dari Jakarta. Sudah diamankan dari berangkat di Jakarta dan di tes kembali disini tiap hari, itu kita lakukan dan insya Allah tidak ada tamu yang membawa Covid-19 ke Yogya tanpa kita ketahui," kata Aji.

Meskipun begitu, bagi delegasi yang ditemukan positif Covid-19, tetap akan diisolasi. Pihaknya pun sudah menyiapkan tempat isolasi khusus untuk para delegasi G20.

"Dengan kehadiran mereka disini, langsung kita swab dan (jika ditemukan) positif bisa langsung kita karantina (hanya untuk yang positif) dan yang lain bisa beraktivitas," ujar Aji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


G20 Digelar Saat DIY Masih PPKM Level 4

Tak Ada Karantina, DIY Siapkan Isoter untuk Delegasi G20

Tak Ada Karantina, DIY Siapkan Isoter untuk Delegasi G20

G20 Diharapkan Tingkatkan Pariwisata DIY

PLN Dukung ESDM dalam G20 Energy Transition Working Group di Yogyakarta

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark