Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Minum Air Putih Dingin Bikin Gemuk? Ini Kata Ahli Gizi

Kamis 29 Sep 2022 08:37 WIB

Red: Nora Azizah

Mengonsumsi air dingin sering dinilai bisa menyebabkan kegemukan.

Mengonsumsi air dingin sering dinilai bisa menyebabkan kegemukan.

Foto: www.freepik.com
Mengonsumsi air dingin sering dinilai bisa menyebabkan kegemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi air dingin sering dinilai bisa menyebabkan kegemukan, dan apakah anggapan itu fakta atau hanya mitos? "Pasien saya juga pernah bilang 'Nih dok anak saya gimana mau turun berat badannya orang minum es terus' gitu. Loh ya nggak apa-apa. Asalkan nggak ditambahin gula, sirup, atau minuman manis lainnya," kata dokter spesialis ahli gizi klinik dr CindiawatyJ Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK saat dijumpai di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut, Cindy menjelaskan, air mineral tidak memiliki kalori baik dalam kondisi dingin maupun tidak. Mengonsumsi air dingin tidak dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Baca Juga

"Air putih itu nggak ada kalorinya. Kecuali sudah ditambahin sirup, susu, dan lain-lain. Jadi mitos kalau dibilang air putih dingin bisa menyebabkan tubuh jadi gemuk," paparnya.

Selain itu, Cindy juga mengingatkan agar seseorang yang sedang dalam proses diet penurunan berat badan untuk selalu memperhitungkan kalori yang dia konsumsi. Sebab, masih banyak masyarakat yang salah kaprah terkait pola diet yang sedang dijalaninya.

Misalnya diet yang hanya mengonsumsi buah-buahan dalam bentuk jus. Cindy mengatakan bahwa kalori yang terdapat dalam satu gelas jus yang mereka buat sama sekali tidak diperhitungkan dengan baik oleh sebagian besar orang. Alhasil, diet pun tidak akan berhasil dan justru dapat meningkatkan berat badan.

"Jadi gini, kalau mau diet yang menurunkan berat badan, itu yang harus kita pertimbangkan adalah kalorinya. Misalnya jus. Pasien saya bilang 'Dok aku makan buah, tapi dalam bentuk jus'. Dia bilang sehari 5 sampai 6 gelas dan nggak pakai gula. Tapi kalorinya berapa?" jelas Cindy.

"Misal jus jeruk, satu gelas berapa jeruk yang dipakai? Nggak mungkin cuma satu dong karena kan airnya dikit banget. Jadi harus banyak jeruknya supaya bisa jadi banyak segelas jeruk murni. Nah satu jeruk kalau kecil 50 kalori, gede 100 kalori. Hitung saja, dikalikan dengan jeruk yang dipakai jadi satu gelas," imbuhnya.

"Pola diet yang sehat perlu dipahami terlebih dulu sebelum menerapkannya," tambah Cindy.

Selain dapat menyebabkan lonjakan berat badan, persepsi diet yang salah juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, Cindy pun menyarankan agar masyarakat berkonsultasi terlebih dulu kepada ahli jika ingin menurunkan berat badan dan tidak sembarang percaya dengan mitos-mitos diet yang beredar.

"Banyak yang ngeluh kenapa sih padahal udah nggak makan cuma minum jus aja tapi nggak kurus-kurus? Ya itu tadi. Karena kalorinya tetap nempel. Nggak turun berat badannya karena salah persepsi. Misal nggak makan nasi, tapi kalorinya tetap lewat. Mendingan sekalian makan nasi dengan gizi yang lengkap, kenyang. Daripada cuma minum doang? Jadi kalau mau menurunkan berat badan itu sebenarnya yang harus diperhatikan betul-betul adalah kalorinya," tutupnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile