Brasil, Tim Paling Cengeng

Reuters/Dominic Ebenbichler
Striker Timnas Brasil, Neymar, tergeletak di lapangan. (ilustrasi)
Red: Didi Purwadi

Oleh Adi Wicaksono

Pertandingan baru berjalan empat detik, Enner Valencia sudah terguling di tengah lapangan Stadion Joaquim Guimaraes, Curitiba. Penyerang Ekuador itu mengerang kesakitan pada laga kedua babak penyisihan Grup E tersebut.


Beruntung, Valencia masih mampu bangkit dan meneruskan pertandingan. Meski menjadi target pelanggaran pemain-pemain lawan, striker 25 tahun itu memborong dua gol kemenangan 2-1 Ekuador. Dua gol ke gawang Honduras menggenapkan koleksi Valencia menjadi tiga gol di Brasil.

Insiden pelanggaran pada detik keempat laga Ekuador kontra Honduras merupakan salah satu potret ketatnya Piala Dunia kali ini.

Wall Street Journal mencatat, pada 32 pertandingan perdana, tercatat sembilan pemain harus ditandu keluar lapangan karena cedera. Dan, sedikitnya ada 302 adegan di mana wasit harus menghentikan pertandingan karena salah seorang pemain terguling kesakitan.

Pelanggaran merupakan hal yang tak terpisahkan dari sepak bola. Terkadang, manajamen pelanggaran juga masuk dalam strategi pelatih dan tim dalam mencapai kemenangan. Sisi negatifnya, terkadang banyaknya pelanggaran justru mengganggu jalannya pertandingan dan mengecewakan penonton.

Parahnya lagi, banyak pemain berpura-pura kesakitan agar wasit memberikan peringatan atau kartu kepada lawan.  Atas dasar ini, Wall Street Journal melakukan studi terhadap setiap adegan pelanggaran pada Piala Dunia kali ini.

Pada 32 laga pertama, tercatat pertandingan harus berhenti hingga 132 menit karena pemain terguling dan kesakitan di tengah lapangan. Yang mengejutkan, sebagian besar adegan kesakitan tersebut merupakan aksi pura-pura yang dilakukan pemain.

Frekuensi aksi pura-pura kesakitan terbilang tinggi. Dari 132 menit total waktu 'rintihan' pemain, 118 menit dan 21 detik di antaranya disinyalir merupakan aksi pura-pura. Dari 302 kasus pelanggaran, 293 di antaranya dibumbui dengan aksi rintihan pura-pura pemain yang dilanggar.

Berdasarkan catatan Wall Street Journal, Brasil menjadi tim yang pemainnya paling sering memalsukan ekspresi kesakitannya. Sebaliknya, Bosnia-Herzegovina menjadi tim yang paling jarang memaksa wasit menghentikan pertandingan.

Pada dua laga perdana, Bosnia-Herzegovina hanya mencatatkan waktu 24 detik di mana pemainnya terguling di lapangan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler