In Picture: Aktivis Lingkungan Tagih Utang Pendanaan Iklim

Protes terkait pertemuan pemimpin dunia pada KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow.

Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dalam aksinya mereka menantang negara-negara yang bertemu di KTT perubahan iklim COP26 untuk tidak hanya memenuhi janji pendanaan iklim yang telah lama tertunda namun juga membayar utang iklim mereka kepada negara berkembang sebanyak 100 miliar dollar per tahun untuk pembiayaan iklim.

Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dalam aksinya mereka menantang negara-negara yang bertemu di KTT perubahan iklim COP26 untuk tidak hanya memenuhi janji pendanaan iklim yang telah lama tertunda namun juga membayar utang iklim mereka kepada negara berkembang sebanyak 100 miliar dollar per tahun untuk pembiayaan iklim.

Sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dalam aksinya mereka menantang negara-negara yang bertemu di KTT perubahan iklim COP26 untuk tidak hanya memenuhi janji pendanaan iklim yang telah lama tertunda namun juga membayar utang iklim mereka kepada negara berkembang sebanyak 100 miliar dollar per tahun untuk pembiayaan iklim.

Sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dalam aksinya mereka menantang negara-negara yang bertemu di KTT perubahan iklim COP26 untuk tidak hanya memenuhi janji pendanaan iklim yang telah lama tertunda namun juga membayar utang iklim mereka kepada negara berkembang sebanyak 100 miliar dollar per tahun untuk pembiayaan iklim.

Rep: Sigid Kurniawan Red: Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Dalam aksinya mereka menantang negara-negara yang bertemu di KTT perubahan iklim COP26 untuk tidak hanya memenuhi janji pendanaan iklim yang telah lama tertunda namun juga membayar utang iklim mereka kepada negara berkembang sebanyak 100 miliar dollar per tahun untuk pembiayaan iklim. 


sumber : Antara Foto
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler