Penderita Cacar Monyet Dapat Alami Komplikasi Berat Hingga Kematian

Cacar monyet bisa menyebabkan komplikasi berat pada penderitanya.

(CDC via AP)
Foto yang dipasok CDC pada 1997 memperlihatkan kulit lengan kanan dan dada seorang pasien ditumbuhi lesi cacar monyet. Selama lesi masih ada, pasien cacar monyet masih bisa menularkan penyakitnya.
Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah pencegahan penularan cacar monyet penting untuk dilakukan. Terlebih, infeksi virus monkeypox dapat memicu komplikasi berat hingga kematian.

Baca Juga


"Meskipun cacar monyet ini dikatakan ringan, tapi komplikasinya bisa kemana-mana," ujar perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (Perdoski), Prasetyadi Mawardi, dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Menurut Prasetyadi, penyakit tersebut bisa menjadi lebih serius bagi sebagian orang dan berpotensi mengakibatkan kematian. Ia mengemukakan komplikasi awal cacar monyet terjadi pada kulit, yaitu terjadinya infeksi sekunder pada kulit sehingga menyebabkan ruam.

Infeksi cacar monyet dapat berlanjut dan menyebabkan komplikasi pada bagian tubuh lain. Cacar monyet dapat berujung pada radang paru (pneumonia).

"Kemudian bisa masuk ke otak, bisa ensefalitis (radang otak) dan berlanjut tingkat keparahannya sampai meninggal," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Monkeypox PB Ikatan Dokter Indonesia, Hanny Nilasari, mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mengurangi risiko penularan penyakit menular. Cacar monyet yang sedang melanda dunia pun bisa dicegah dengan cara yang sama.

"Secara umum PHBS adalah sesuatu hal yang mesti kita lakukan bersama-sama untuk mencegah penyakit ini (monkeypox)," katanya.

Selain itu, menurut Hanny, masyarakat juga diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga higienitas tangan. Guna menghindari terkena virus cacar monyet, ia juga mengimbau agar masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan penular cacar monyet, seperti hewan pengerat, marsupial, primata, baik hewan mati atau hidup.

Jika seseorang mengalami ruam disertai demam atau gejala klinis mencurigai infeksi cacar monyet, segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Hanny mengimbau masyarakat secara sukarela memberikan informasi yang jujur apabila mengalami gejala ataupun memiliki kontak dengan pasien monkeypox.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler