Peneliti Temukan Obat Bius yang Dapat Ringankan Gejala Depresi dan Pemikiran Bunuh Diri

Ketamin dapat ringankan gejala penderita depresi yang resisten terhadap antidepresan.

Pixabay
Perempuan depresi (Ilustrasi). Penderita depresi yang resisten terhadap beragam jenis antidepresan tampak merespons pemberian infus ketamin, obat bius yang biasa digunakan dalam operasi.
Rep: Adysha Citra Ramadani Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian pasien depresi mengalami resistensi terhadap beragam obat antidepresan (treatment-resistant depression). Kondisi ini membuat gejala depresi yang mereka rasakan tak kunjung membaik meski telah mendapatkan terapi yang adekuat.

Untuk kasus seperti ini, pemberian ketamin mungkin bisa membantu. Ketamin merupakan obat bius yang biasa digunakan di rumah sakit. Akan tetapi, obat ini juga kerap digunakan secara ilegal sebagai obat rekreasional.

Baca Juga



Selama bertahun-tahun, beragam spesialis menyadari bahwa obat ini bisa membantu sebagian orang dengan depresi. Hal ini mendorong dilakukannya sebuah studi yang melibatkan 424 partisipan.

Seluruh partisipan yang terlibat merupakan pasien depresi yang mengalami resistensi terhadap pengobatan. Mereka sudah pernah menjalani berbagai terapi pengobatan depresi, namun tak memberikan respons yang baik.

Melalui studi ini, para partisipan diberikan ketamin melalui infus di beberapa klinik yang berada di Virginia, AS. Mereka menerima enam dosis infus ketamin dalam waktu tiga pekan.

Setelah enam pekan berlalu, setengah dari para partisipan memberikan respons terhadap terapi tersebut. Sebanyak 20 persen partisipan mengatakan gejala depresi mereka tak lagi kambuh atau memasuki tahap remisi.

Setelah infus kesepuluh, persentase partisipan yang memberikan respons terhadap pengobatan adalah 72 persen. Selain itu, tingkat remisi yang dicapai para partisipan mencapai 38 persen.

Tak hanya itu, sekitar 50 persen partisipan yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri juga berhasil mencapai remisi. Remisi ini tercapai pada pekan keenam setelah menjalani pengobatan dengan ketamin.

Terapi dengan ketamin juga tampak membantu sebagian pasien dengan gangguan kecemasan. Penurunan gejala kecemasan setelah terapi menggunakan ketamin adalah 30 persen.

"Ketamin efektif dalam menurunkan gejala pikiran bunuh diri, depresi, dan kecemasan," ujar tim peneliti, seperti dilansir WebMD, Selasa (13/9/2022).

Jason Anthony merupakan pria berusia 52 tahun yang menjadi salah satu partisipan dalam studi ini. Sebelumnya, Anthony mengatakan depresi membuat dirinya sulit untuk beranjak dari tempat tidur. Akan tetapi, hal ini berubah sejak dia menjalani terapi menggunakan ketamin.

"Tiba-tiba, Anda terbangun dan merasakan berbagai perasaan yang tak pernah Anda rasakan dalam 15 tahun," ujar Anthony.

Ketua tim peneliti, Patrick Oliver, mengatakan studi ini menunjukan bahwa ketamin memiliki potensi untuk membantu orang-orang dengan depresi dan pemikiran bunuh diri. Oliver menilai depresi sebagai sebuah epidemik yang telah berlangsung lama dan perlu diatasi.

"Dan kami menemukan sebuah obat yang sungguh-sungguh murah untuk dibuat dan bisa membantu para pasien," kata Oliver.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terpopuler