Anak Pasti Haus Saat Berpuasa, Ini Saran Dokter untuk Membiasakannya
Dokter tidak menyarankan untuk minum banyak-banyak saat sahur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bulan Ramadhan, orang tua Muslim yang memiliki anak tentu membiasakan putra-putrinya untuk berpuasa. Tidak jarang, anak mengeluh lapar dan haus. Menurut dokter spesialis anak Yoga Devaera, itu merupakan hal yang lazim terjadi.
"Anak tidak bisa tidak haus, karena berpuasa memang menyebabkan dehidrasi ringan," kata dokter berhijab itu pada sesi bincang santai dan peluncuran buku The Winner's Recipe besutan Nutricia beberapa waktu silam.
Yoga tidak menyarankan untuk minum banyak-banyak saat sahur. Pasalnya, sebanyak apapun air yang diminum, dua jam berselang akan keluar dari tubuh melalui buang air kecil. Dijelaskan Yoga, tubuh tidak bisa menyimpan banyak air dalam waktu lama.
Yoga lebih menyarankan untuk memberi pengertian kepada anak bahwa inti dari puasa memang menahan lapar dan haus. Dengan pengajaran dan pembiasaan, anak bisa memiliki pemahaman soal puasa dan ikut belajar melakoni ibadah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Yoga menekankan pentingnya manajemen nutrisi untuk anak. Dalam upaya membiasakan agar anak menyukai makanan yang beragam, sebenarnya itu dimulai sejak dalam kandungan.
Ibu hamil yang tidak pilih-pilih makanan akan membuat anaknya kelak punya selera serupa. Hal itu dikarenakan bayi dalam kandungan terbiasa dengan makanan yang dimakan ibunya.
Dengan begitu, ketika waktunya mengonsumsi makanan pendamping ASI (MP-ASI), lidahnya menjadi tidak asing dan lebih mudah menerima. Menurut Yoga, ibu menyusui pun sebaiknya tidak memiliki banyak pantangan makanan agar rasa makanan yang diperkenalkan ke bayi beragam.
"Semua harus dengan role model, tidak bisa berharap anak makan sehat apabila keluarganya tidak menerapkan pola makan yang sehat," tuturnya.
Yoga pun mengingatkan pentingnya menerbitkan nafsu makan anak dengan pembiasaan jadwal makan yang baik. Dengan begitu, siklus lapar-kenyang anak terjaga.