Oki Setiana Dewi Kenalkan Wajah Islam di Indonesia ke Publik Inggris
Oki Setiana Dewi ikut program English for Ulama.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris dan pendakwah Oki Setiana Dewi memperkenalkan wajah Islam di Indonesia kepada publik di Inggris. Hal itu dia lakoni sebagai bagian dari "English for Ulama", program kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, British Council, dan Minhaj Welfare Foundation.
"Jadi, itu pengiriman dai dari Indonesia untuk berceramah ke Inggris, Amerika, ke negara-negara lain berbahasa Inggris. Kebetulan saya mendapatkan tugas berceramah di Inggris bersama dengan tiga dai lainnya dari Jawa Barat dari 15-25 November 2023," kata Oki.
Dikutip dari siaran pers yang dibagikan Oki, selama 10 hari dia dan tim mengunjungi parlemen, penjara, universitas, sekolah, dan beberapa komunitas Muslim. Mereka menceritakan bagaimana Islam di Indonesia, termasuk pesantren di Indonesia.
"Memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah ramah, yang santun, yang toleran, ke dunia internasional. Dan kemarin alhamdulillah sempat bertemu dengan salah satu menteri yang mengurusi kebebasan beragama," ungkap pemeran film Ketika Cinta Bertasbih itu.
Selain itu, Oki mengunjungi berbagai dialog antaragama, yang digagas dengan tujuan hidup bersama secara rukun dan harmonis. Dengan kondisi masyarakat Inggris yang beragam, dialog antaragama seperti itu cukup sering dilakukan sebagai ajang belajar, saling menghormati, dan saling menghargai.
Perempuan 34 tahun kelahiran Batam itu juga berdakwah di berbagai lokasi, mengunjungi London, Manchester, Birmingham, Oxford, dan Cambridge. Menurut Oki, semuanya menambah pengalaman dalam berdakwah lebih bijak dan lebih baik, sehingga ketika pulang ke Indonesia, dia lebih memahami bagaimana cara dakwah yang merangkul, cara dakwah yang mempersatukan.
"Semoga bisa menjadi dai yang lebih baik ke depannya, menyampaikan lebih baik lagi," kata Oki.
Oki berharap program "English for Ulama" lebih meluas. Tidak hanya digagas Pemprov Jabar, tapi juga seluruh provinsi di Indonesia mengirimkan dai terbaik ke luar negeri untuk menjelaskan dakwah di komunitas internasional.
"Supaya mereka mengenal wajah Indonesia tidak hanya dari dunia Arab. Wajah Islam juga ada di Indonesia, wajah Islam yang santun," ujarnya.