Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Puasa memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk 'beristirahat'.

Republika/mgrol 101, mardiah
Puasa (ilustrasi). Berpuasa secara teratur selama bulan suci dapat membantu meningkatkan metabolisme, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.
Rep: Mgrol156 Red: Qommarria Rostanti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa pada bulan Ramadhan dinilai tidak hanya memiliki makna spiritual mendalam, tetapi juga memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Menurut para dokter, berpuasa secara teratur selama bulan suci dapat membantu meningkatkan metabolisme, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.

Baca Juga


Selain itu, pola makan yang lebih teratur selama Ramadhan turut berkontribusi pada peningkatan kesehatan secara keseluruhan. Selama Ramadhan, umat Islam menjalankan puasa dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam setiap hari.

Dalam ajaran Islam, puasa merupakan bentuk ibadah yang bertujuan untuk memperkuat spiritualitas serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, puasa juga menjadi latihan dalam mengendalikan diri sekaligus menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.

Saat matahari terbenam, berbuka puasa menjadi momen penuh rasa syukur, refleksi, dan kebersamaan. Disiplin dalam berpuasa tidak hanya berperan sebagai sarana penyucian jiwa dan memperdalam hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.

Para pakar di bidang gastroenterologi, kardiologi, dan endokrinologi menyatakan bahwa puasa selama Ramadhan dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sistem pencernaan, mempercepat metabolisme, serta mendukung penurunan berat badan. Selain itu, puasa juga memungkinkan tubuh untuk menjalani proses detoksifikasi dan regenerasi, yang pada akhirnya meningkatkan energi dan vitalitas.

Menurut ahli gastroenterologi, puasa memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dari aktivitas pemrosesan makanan yang terus-menerus. Hal ini memungkinkan organ pencernaan untuk pulih dan menyeimbangkan fungsinya secara lebih optimal.

“Ide utamanya adalah memberi waktu istirahat pada sistem gastrointestinal kita agar bakteri normal dan sehat yang melapisi lambung dan usus dapat berkembang biak dan membuang bakteri jahat yang menyebabkan kembung, nyeri, refluks asam, dan lain-lain,” kata kepala unit gastroenterologi dan endoskopi di International Medical Center (IMC) di Jeddah,dr Adeeb El-Ghalayini, seperti dikutip dari Arab News.

Dalam tradisi Islam, berbuka puasa dengan kurma memiliki nilai spiritual yang tinggi dan merupakan kebiasaan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kurma merupakan sumber nutrisi yang kaya, mengandung karbohidrat, serat, gula alami, magnesium, dan kalium. Mengonsumsi kurma dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah, sementara kandungan karbohidratnya yang tinggi membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Manfaat puasa bagi kesehatan jantung

Para ahli jantung juga menemukan bahwa puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. “Puasa memiliki beberapa dampak positif terhadap faktor risiko kardiovaskular, seperti mengurangi tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendorong penurunan berat badan, yang akan menyebabkan penurunan kejadian jantung di masa mendatang seperti serangan jantung atau stroke,” kata konsultan kardiologi intervensional di IMC Jeddah, dr Seraj Abualnaja. Namun, Abualnaja menekankan bahwa individu dengan masalah kardiovaskular harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk menilai status kesehatan mereka dan mendapatkan rekomendasi yang sesuai.

 

Puasa dan pengaturan kadar gula darah

Para ahli endokrinologi mencatat bahwa puasa dapat berperan dalam mengatur kadar gula darah serta meningkatkan sensitivitas insulin, yang memberikan manfaat khusus bagi penderita diabetes maupun individu yang berisiko mengembangkan kondisi tersebut. “Puasa mendukung gaya hidup yang lebih sehat dengan mengurangi konsumsi kalori, gula, minuman bersoda, serta makanan bertepung, sehingga berkontribusi pada penurunan berat badan,” ujar konsultan endokrinologi di The First Clinic, Jeddah, dr Ahmed BaSaeed. Ia juga menyarankan agar penderita diabetes memantau kadar gula darah mereka secara teratur, terutama bagi mereka yang menggunakan insulin atau obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Para dokter sepakat bahwa cara terbaik untuk menghindari efek samping puasa adalah dengan menerapkan pola makan yang seimbang. “Satu-satunya cara untuk mengatasi efek buruk puasa adalah dengan membagi makanan kita menjadi porsi-porsi kecil setelah sarapan, menghindari makanan berlebihan, dan mencoba memulai dengan cairan hangat yang membantu meningkatkan suplai darah ke sistem GI,” kata El-Ghalayini.

Selain itu, mengonsumsi banyak air dan meningkatkan asupan serat sangat penting untuk mencegah gangguan pencernaan atau sembelit. Menjaga rutinitas olahraga dan menghindari merokok juga merupakan hal yang penting selama Ramadhan.

Puasa sarana empati dan pertumbuhan spiritual

Selain manfaat kesehatan, puasa pada bulan Ramadhan juga membantu menumbuhkan rasa empati dan solidaritas terhadap mereka yang kurang beruntung, karena semua orang merasakan secara langsung rasa lapar dan haus. Bagi jutaan Muslim di seluruh dunia, puasa pada bulan Ramadhan menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya disiplin diri, kepedulian terhadap sesama, dan pertumbuhan spiritual. Dengan demikian, puasa Ramadhan tidak hanya menjadi ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa.

Cara mengajarkan anak berpuasa. - (DOK REPUBLIKA)

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler