Shalawat, Wujud Kecintaan terhadap Nabi Muhammad

Shalawat merupakan wujud rasa cinta untuk Rasulullah SAW.

dok publicdomainpictures
ILUSTRASI Rasulullah SAW.
Red: Hasanul Rizqa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati dan mencintai Rasulullah SAW. Bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan dengan beragam cara.

Baca Juga


Selain diwujudkan dengan mengikuti semua ajarannya, kepatuhan dan kecintaan kepada Rasulullah dapat diaktualisasikan dengan melantunkan shalawat untuknya.

Shalawat adalah doa dan permohonan agar diberikan syafaat kelak di akhirat. Sunah bershalawat bukan hanya terbatas untuk manusia, bahkan Allah dan para malaikat bershalawat untuk Rasulullah.

Sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam. (QS. Al- Ahzab [33]: 56).

Antusiame para sahabat untuk menghadiahkan shalawat kepada Rasulullah sangat tinggi. Diriwayatkan dari Ka’ab bin Ujrah, setelah ayat di atas diturunkan, para sahabat bergegas menanyakan ihwal cara bershalawat kepada Rasulullah.

Berbeda dengan tata cara menyampaikan salam, untuk urusan bershalawat para sahabat belum mengetahui secara persis. Kemudian, Rasululah mengajarkan shalawat Ibrahimiyyah. Shalawat yang di dalamnya bukan cuma menghadiahkan shalawat untuk Rasulullah, melainkan juga ditujukan untuk Nabi Ibrahim As dan segenap keluarganya.

Salinan lafal shalawat tersebut berbunyi, "Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaluas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaluas."

Shalawat nariyah

Ada banyak jenis shalawat yang bisa dibaca. Misalnya, shalawat Nariyah. Berikut ini bacaannya dengan tulisan Arab, Latin, serta terjemahannya.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ , الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

(Allâhumma shalli shalatan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `ala sayyidina Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak.)

Artinya, "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler