Ramai Video Petugas Sholat di Bangku Commuterline, Bagaimana Tuntunan Ulama?

Hal yang pertama kali dipikirkan adalah meminimalisir sholat di kereta.

Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (29/4/2024). PT Kereta Commuter Indonesia mengusulkan kenaikan tarif KRL Commuterline Jabodetabek yang belum berubah sejak 2016. Rencana kenaikan tarif tersebut sudah dibahas dengan pemerintah dan masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.
Red: A.Syalaby Ichsan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Video dua orang petugas menjalankan ibadah sholat sambil duduk di salah satu sudut bangku kereta Commuterline viral di media sosial. Banyak netizen yang mempertanyakan apakah sholat sambil duduk di bangku tanpa menghadap kiblat dibenarkan sementara ada peluang petugas tersebut bisa sholat di lorong yang masih kosong.

Ustadz Ahmad Sarwat dalam bukunya Shalat di Kendaraan mengungkapkan, melaksanakan ibadah sholat wajib di atas kereta api dalam beberapa kasus masih dimungkinkan, asalkan bisa memenuhi beberapa syarat diantaranya yakni masih bisa berdiri, rukuk dan sujud serta bisa menghadap kiblat.

Baca Juga



Beberapa rangkaian Kereta Api Eksekutif misalnya, masih memungkinkan petugas dan penumpang bisa melaksanakan sholat wajib dengan benar.


Pendiri Rumah Fiqih tersebut menjelaskan, hal yang pertama kali harus dipikirkan adalah meminimalisir sholat di atas kereta. Bila kereta bergerak dari stasiun Gambir di Jakarta pukul 21.00 malam, maka untuk shalat Maghrib dan Isya tidak perlu dilakukan di atas kereta, karena bisa kerjakan sebelumnya di rumah atau di stasiun.

"Tinggal yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana shalat shubuhnya, karena pada saat waktu shubuh itu kereta tidak berhenti secara khusus untuk melakukan shalat Subuh,"tulis dia.

 

Pada masa mendatang, dia mengusulkan agar bisa diatur dan diberi kesempatan kepada penumpang untuk turun sebentar kira-kira 15 menit untuk menunaikan shalat Subuh di stasiun tertentu. Untuk wudhu,  bisa dilakukan di toilet kereta karena umumnya kereta kelas bisnis dan eksekutif dilengkapi dengan toilet.

Untuk tempat shalat,  bisa memanfaatkan ruang di dekat sambungan antar gerbong, misalnya dengan mengelar koran atau jaket, kalau takut ada bekas najis.

Untuk masalah arah kiblat, penumpang atau petugas bisa sedikit memperkirakan dengan melihat kota asal dan kota tujuan. Misalnya, saat naik kereta Argo Bromo Anggrek dari Jakarta ke Surabaya, secara umum, kereta akan bergerak dari arah Barat ke Timur.

Arah kiblat bisa dijadikan perkiraan yaitu arah datangnya kereta atau menghadap ke belakang. Sebaliknya, bila perjalanan kereta itu dari Surabaya ke Jakarta, maka kita shalat menghadap arah tujuan kereta atau menghadap ke depan.

Tentu saja arah ini tidak tepat benar ke arah kiblat, sebab biar bagaimanapun juga rel kereta api itu pasti berbelok-belok, tetapi ssemua menunjukkan bahwa sesungguhnya arah rel kereta api cenderung lurus.

Karena itu, umat Islam bisa melakukan shalat shubuh dua rakaat yang ringan saja, dimana syarat dan rukun shalat terpenuhi dengan lengkap.

Syarat dan Rukun Shalat

Syarat shalat yang pertama yaitu itu suci dari hadas kecil, kita lakukan dengan berwudhu di toilet kereta dengan menggunakan air dan bukan dengan cara bertayammum. 

Syarat shalat yang kedua yaitu menghadap kiblat kita penuhi dengan memperkirakan arah kereta.Sedangkan rukun shalat wajib yaitu berdiri, bisa kita lakukan dengan sempurna di tempat dekat sambungan gerbong. Sebenarnya di lorong tengah-tengah antara kursi juga bisa, namun takut mengganggu dan terganggu oleh orang lewat. 

Urusan ini bisa diminimalisir dengan mencari ruang yang agak lega, yaitu di dekat sambungan.Sesungguhnya kalau shalat shubuh bisa saja kita gunakan lorong di tengah-tengah kursi penumpang, karena umumnya pada waktu Subuh itu, para penumpang masih lelap tidur. 

 

Toh kita bisa melakukan shalat dua rakaat hanya dalam hitungan 1 atau 2 menit saja. Kita tidak perlu membaca surat Al-Baqarah atau surat Yasin ketika shalat di atas kereta api.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler