Pertama Kali Setelah 15 Tahun, tidak Ada Crane di Area Masjidil Haram

Pemindahan derek membuat Masjidil Haram bisa memanfaatkan potensi perluasan.

AP Photo/Rafiq Maqbool
Umat Muslim mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa, 11 Juni 2024.
Rep: Fuji EP Red: A.Syalaby Ichsan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Dalam sebuah pemandangan luar biasa yang belum pernah terjadi selama satu setengah dekade, Masjidil Haram di Makkah menyaksikan pemindahan crane yang tersisa setelah hampir menyelesaikan perluasan terbesar dalam sejarahnya.

Saudi Gazette pada Rabu (26/3/2025) melaporkan, sejak dimulainya pengerjaan ekspansi Arab Saudi Ketiga pada Juni 2010, derek ini tetap menjadi bagian dari cakrawala Masjidil Haram. Saat ini, pemindahan crane-crane tersebut menandai selesainya fase-fase penting dari proyek ini, yang bertujuan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jamaah dan pengunjung dari seluruh dunia. 

Baca Juga



Derek-derek ini melakukan pekerjaan yang ditugaskan pada proyek perluasan, yang telah selesai lebih dari 95 persen. Oleh karena itu, keberadaan crane tidak lagi penting untuk menyelesaikan bagian proyek yang tersisa.

Tahun 2015, di tengah-tengah pekerjaan perluasan Masjidil Haram, sebuah kecelakaan jatuhnya crane terjadi. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa 111 jamaah dan melukai beberapa orang lainnya. Sebuah crane besar jatuh di halaman timur Masjidil Haram pada 11 September 2015, yang menyebabkan kerusakan material pada struktur Masjidil Haram.

Dengan pemindahan derek terakhir, Masjidil Haram memasuki fase baru sehingga memanfaatkan potensi penuh dari perluasan besar ini. Saat Masjidil Haram bersiap untuk menerima jutaan pengunjung selama musim haji dan umrah, perluasan ini dinilai tetap menjadi bukti upaya luar biasa yang dilakukan oleh Arab Saudi untuk memastikan tempat suci umat Islam ini siap untuk menyambut para tamunya dengan cara yang terbaik. 

Hal ini sesuai dengan kesucian dan statusnya di hati umat Islam di seluruh dunia, menurut sebuah laporan di Asharq Al-Awsat.

Saad Al-Qurashi, penasihat Komite Nasional Haji dan Umrah di Federasi Kamar Saudi, mengatakan bahwa semua derek di Masjidil Haram telah dicopot. Pemindahan crane ini tepat dilakukan pada saat-saat ketika Makkah menyaksikan gelombang besar jamaah umrah, katanya sambil menekankan pentingnya Ekspansi Saudi Ketiga, yang akan menampung lebih dari dua juta jamaah. 

Saad Al-Qurashi mencatat bahwa hal ini sejalan dengan peningkatan signifikan dalam jumlah jamaah, yang mencapai puncaknya pada hari-hari terakhir bulan suci."Kerja sama antara semua otoritas terkait berkontribusi pada kelancaran masuk dan keluarnya jamaah setelah menyelesaikan ritual," katanya.

Perluasan Saudi Ketiga adalah perluasan Masjidil Haram yang terbesar sejak berdirinya negara Arab Saudi. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jamaah dari 670.000 menjadi lebih dari 1,28 juta sekaligus. Proyek yang diprakarsai oleh Raja Abdullah ini berhasil dilaksanakan di bawah bimbingan dan tindak lanjut dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, serta Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman. 

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepemimpinan Arab Saudi untuk memberikan layanan terbaik kepada para tamu Allah dan memastikan kenyamanan mereka selama menjalankan ibadah.

Desain arsitektur Ekspansi Saudi Ketiga mencerminkan semangat tempat itu, karena perluasannya membentang di area yang luas, mulai 200 meter dari pusat Kabah dan memanjang hingga kedalaman 684 meter. Ini termasuk bangunan utama yang menampung beberapa ruang sholat, di samping jembatan selatan yang menghubungkannya dengan bangunan Mataf, dan jembatan utara yang memfasilitasi arus jamaah. Proyek ini juga mencakup bangunan layanan vital dan plaza di sekitarnya, yang telah dikembangkan untuk mengakomodasi sebanyak mungkin pengunjung.

Area terbangun proyek perluasan meningkat menjadi 1,564 juta meter persegi, naik dari 414.000 meter persegi, dan menggandakan area yang dialokasikan untuk sholat menjadi 912.000 meter persegi. Perluasan ini juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam fasilitas layanan, dengan jumlah toilet meningkat dari 3.515 menjadi 16.726, dan fasilitas wudhu dari 2.479 menjadi 12.639. 

Sistem pendingin juga ditingkatkan, mencapai kapasitas 199.000 ton pendinginan, dibandingkan dengan 39.000 ton sebelumnya.

Bangunan perluasan ini menggabungkan teknologi modern dengan gaya Islam yang kaya, dengan kubah yang dapat dipindahkan dan tetap, pintu dan jendela kaca yang mewah bertabur ratusan kristal, serta kisi-kisi logam berornamen (mashrabiya) yang mencerminkan semangat arsitektur Islam. 

Dinding bangunan ini juga dihiasi dengan prasasti Alquran yang membentang seluas 2.700 meter persegi, memberikan spiritualitas khusus yang menginspirasi jamaah saat mereka masuk ke dalam masjid.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler