Aksi Presiden Mesir El Sisi Bagikan McDonald's Dikecam, tak Ada Empati Atas Genosida Gaza

Aksi El Sisi bagikan paket McDonald's tersebar secara viral di media sosial.

EPA-EFE/ANDY RAIN
Salah satu gerai McDonald’s (ilustrai). Aksi El Sisi bagikan paket McDonald's tersebar secara viral di media sosial.
Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO— Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi banyak diejek dan diolok-olok setelah membagikan makanan McDonald's kepada anak-anak pada hari raya Idul Fitri, Senin lalu.

Baca Juga


Rekaman video yang dibagikan secara online menunjukkan presiden dikelilingi oleh kerumunan anak-anak, sementara dia membagikan makanan kepada mereka di daerah Manara, Kairo.

Rekaman tersebut memicu kontroversi, dengan banyak pihak yang mencatat bahwa McDonald's merupakan salah satu merek utama yang masuk dalam daftar kampanye Boikot Divestasi dan Sanksi (BDS).

"Sementara warga Mesir memboikot McDonald's dan rekan-rekannya di Amerika, sebagai bentuk penolakan terhadap para pendukung Israel, Presiden Sisi memberikan kejutan kepada kami saat Idul Fitri, dengan membagikan McDonald's sendiri. Bukankah lebih baik mendistribusikan produk Mesir untuk mendukung industri nasional daripada mempromosikan perusahaan yang mendukung pembunuhan rakyat kami di Gaza?" komentar seseorang di X.

"Sisi secara pribadi membagikan makanan McDonald's kepada anak-anak Mesir - sponsor resmi tentara pendudukan. Hal ini bukanlah sebuah kebetulan. Ini bukan tidak disengaja..." tulis yang lain.

Yang lain membandingkan langkah Sisi dengan dukungan warga terhadap Palestina, dan menambahkan bahwa keputusannya untuk membagikan makanan tersebut merupakan sebuah kemunduran bagi gerakan pro-Palestina.

BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi

"Selama shalat Idul Fitri mereka merencanakan demonstrasi dengan mengibarkan bendera Palestina ... dan mereka membuat para demonstran membawa spanduk-spanduk yang mendukung Sisi, seolah-olah dia adalah pembela pertama perjuangan Palestina. Kemudian Sisi merusak momen tersebut untuk mereka dan membeberkan pengkhianatannya dengan membagikan makanan, padahal seluruh dunia sedang memboikot McDonald's karena dukungannya kepada Israel," kata seseorang.

Sejak perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, individu, kelompok, dan kampanye akar rumput organik mulai memboikot McDonald's, setelah waralaba Israel itu menyumbangkan makanan dan minuman kepada tentara Israel yang berperang di Gaza.


 

 

Foto dan video dari distribusi tersebut dibagikan secara online, yang dikecam oleh para aktivis di seluruh dunia, sehingga menyebabkan gerakan BDS mendukung dan mendorong kampanye boikot.

Sebuah pernyataan di situs web resmi gerakan BDS menyatakan bahwa "tindakan McDonald's tidak dapat dipisahkan dari operasi perusahaan di seluruh dunia".

"Sederhananya, mengasosiasikan merek McDonald's dengan tentara Israel dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina tidak dapat dibiarkan begitu saja," lanjut pernyataan tersebut.

Boikot terhadap McDonald's dan kritik terhadap tindakan Sisi muncul di tengah-tengah berlanjutnya perang Israel di Gaza, setelah mereka melanggar perjanjian gencatan senjata.

BACA JUGA: Siapakah Osama Al-Rifai, Ulama Kontroversial yang Ditunjuk Sebagai Mufti Agung Suriah?

Badan PBB UNICEF mengatakan pekan ini bahwa setidaknya 322 anak-anak Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak Israel melanggar perjanjian gencatan senjata pada 18 Maret lalu.

Israel telah menewaskan sedikitnya 61.700 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023, dengan jumlah keseluruhan diperkirakan jauh lebih tinggi, menurut kantor media pemerintah Gaza.

Sumver: newarab

Rupa-Rupa Dampak Boikot Israel - (Republika)

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terpopuler