Adab-Adab dalam Perjalanan Haji ke Tanah Suci

Salah satu adab adalah memilih teman sholeh dalam perjalanan haji.

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas darat melambaikan tangan kepada jamaah calon haji saat pemberangkatan jamaah calon haji kloter pertama asal Kalimantan Selatan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (5/5/2025). Sebanyak 423 calon haji kloter pertama asal Kalimantan Selatan mulai diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 3116.
Red: Muhammad Hafil

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitabnya Fadilah Haji menuliskan sejumlah adab haji yang bisa dijalankan oleh jamaah selama menjalankan ibadah. Yaitu:

Baca Juga


1. Bersegera Tunaikan Haji

Aapabila Allah SWT telah memberi taufiq kepada seseorang untuk menunaikan ibadah haji fardu atau fasilitas dan keperluan untuk menunaikan haji sunnah telah tersedia hendaknya bersegera menyempurnakan niat itu. Khususnya haji fardhu, jangan sampai diakhirkan karena suatu udzur kecil.

"Karena syaitan pada saat itu memasukkan khayalan-khayalan yang sia-sia ke dalam hati dan mengingatkan keperluan yang tidak dibutuhkan pada waktu itu ia juga memasukkan berbagai macam was-was di dalam hati," katanya.

2. Sholat Istikharah

Sholatlah istikharah ketika hendak melakukan perjalanan haji. Bukan istikharah untuk hajinya, karena haji adalah amal baik sedangkan amal baik tidak perlu di istikharah. Akan tetapi karena perjalanan ini sangat penting sedangkan jalan pun penuh risiko hendaknya melakukan istikharah untuk menentukan kapan berangkatnya, lewat jalan mana, naik pesawat apa, dan sebagainya. 

Jabir ra berkata Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami istikharah dengan penuh perhatian sebagaimana perhatiannya dalam mengerjakan ayat Alquran kepada kami supaya kami hafal. Beliau bersabda, "Bila menghadapi masalah penting maka shalatlah dua rakaat kemudian bacalah doa istikharah."

3. Mengetahui Masalah Haji

Ibnu Amirilhaj menulis yang paling penting diketahui adalah masalah-masalah yang sering muncul sebelum berangkat haji, setelah berangkat haji, dan ketika menunaikan haji. Sesungguhnya belajar ilmu itu diwajibkan oleh Rasulullah SAW atas setiap orang. Oleh karena itu penting sekali mengetahui fardhu haji, sunah-sunahnya perkara-perkara yang diharamkan ketika haji dan yang dimakruhkan.

Masalah haji dapat diketahui melalui membaca beberapa kitab. Syekh Maulana merekomendasikan tiga kitab yang mesti dibaca oleh jamaah haji, yakni Zubdatul Manasik yang disusun oleh Maulana Rasyid Ahmad Ganggohi, Ziyaratul Haramain susunan Maulana Asyiq Ilahi, dan Mualimul Hujjaj karya Maulana Said Ahmad, mufti madrasah Madzirul Ulum.

"Dan kalau ada kitab lain yang disusun oleh ulama tepercaya dan mudah diperoleh hendaknya juga dibaca," katanya.

 4. Niat Ikhlas

Janganlah berniat untuk ditunjukkan kepada orang lain (Riya) atau supaya dipanggil gelar haji atau untuk rekreasi. Pergi haji hendaknya dengan niat yang ikhlas semata-mata mencari Ridha Allah

5. Mencari Teman Shalih

Fungsinya teman yang baik (shalih) ini ketika lupa melakukan satu amal, ia akan mengingatkan kita dan mendorong kita untuk melakukannya. Jika kita bermalas-malasan dalam suatu amal, ia akan membangkitkan semangat kita, jika kita merasa takut dia akan menanamkan keberanian dalam diri kita, jika tertimpa kesusahan, ia akan mendorong kita untuk bersabar. 

"Bila teman itu orang alim, maka itu lebih baik karena ia akan menolong kita dengan menerangkan masalah-masalah yang berkaitan dengan haji," katanya.

6. Mencari Harta Halal

Carilah harta yang halal dan tidak syubhat untuk biaya menunaikan haji. Haji yang dikerjakan dengan harta yang haram, baik melalui riba atau mengambil harta orang lain dengan cara yang zalim walaupun kewajiban haji telah gugur. Karena jika haji menggunakan harta haram atau riba hajinya itu tidak akan makbul.

7. Bertaubat

Misalnya bila di tangannya ada harta orang lain yang diambil dengan jalan ke zaliman hendaknya dikembalikan. Bila pernah menzalimi orang lain hendaknya meminta maaf, khususnya minta maaf kepada orang yang kita selalu berbicara dengannya atau saling berkomunikasi. Bila mempunyai utang hendaknya ditunaikan terlebih dulu atau menyiapkan uang untuk membayar utang.

Bila ada amanat orang lain di tangannya hendaknya dikembalikan atau menyerahkannya kepada orang yang bisa dipercaya dengan persetujuan orang yang mempunyai amanat itu. Orang-orang yang menjadi tanggung jawab seperti istri dan anak-anak kecil hendaknya disediakan keperluannya dalam jangka waktu sampai ia kembali.

 

8. Membawa Bekal Halal

Bawalah bekal dari harta yang halal yang cukup untuk memenuhi keperluan pulang perginya ke rumah makan untuk jaga-jaga hendaknya membawa bekal lebih rumah supaya di jalan bisa membantu orang-orang miskin dan bisa memberi makan kepada orang-orang yang memerlukan. Orang yang membawa bekal kurang dari cukup biasanya akan membebani orang lain dan akan meminta-minta titik di dalam Alquran Allah SWT telah memerintahkan supaya membawa bekal cukup.

9. Sholat Safar

Bila hendak mulai bepergian, hendannya mengerjakan sholat sunah dua rakaat. Dan yang lebih utama, dalam rakaat pertama membaca surat Al Kafirun dan di rakaat kedua membaca surat al-ikhlas. Yang lebih baik adalah mengerjakan sholat dua rakaat di rumah dan dua rakaat di masjid kampung.

10. Bersedekah

Sebelum berjalan dan setelah berjalan anaknya bersedekah meskipun sedikit. Dan sesuai dengan kemampuan, bersedekah terus masa perjalanan karena sedekah sangat berpengaruh dalam menolak bala dan musibah. Sebuah hadis menyebutkan sedekah menjauhkan murka Allah dan menjaga dari mati buruk.

Dalam hadits yang lain disebutkan barangsiapa yang memberi pakaian kepada orang lain, maka selama pakaian itu dipakai oleh orang yang diberi, orang yang memberi akan selalu dalam penjagaan Allah SWT.

11. Membaca doa

Bila mulai keluar dari rumah hendaknya membaca doa-doa masnunah yang ada di dalam kitab-kitab hadits. Setiap tempat ada doanya sendiri-sendiri.

12. Bersilaturahim

Ketika hendak mulai berjalan, jumpailah kawan-kawan, sanak saudara yang ada di kampung kita, dan ucapkanlah "Al-Wida" kepada mereka dan meminta mereka supaya mendoakan kita. Karena doa mereka juga mendatangkan kebaikan. 

Rasulullah SAW bersabda, "Bila salah seorang di antara kalian hendak bepergian, maka hendaknya ia pergi setelah mengucapkan salam kepada saudara-saudara."

"Doa mereka akan menjadi satu dengan dua kalian, dan menjadi sebab bertambahnya kebaikan," katanya Syekh Muhammad Zakariyya.

13. Berdoa Keluar Rumah

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Apabila seseorang membaca "Bismilahi tawakaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim." Maka dikatakan kepadanya. "Kamu akan mendapatkan jalan untuk mencapai maksudmu, kamu akan dijaga dan setan jauh darinya".

14. Memilih Seorang Pemimpin

Pilihlah seorang pemimpin dari rombongan itu sendiri yang mempunyai keagamaan yang kuat, berpengalaman, penyabar, rajin dalam setiap pekerjaan, dan mempunyai sifat tawadhu. 

 
 

15. Doa Naik Turun Kendaraan 

Apabila kendaraan itu menyewa atau milik sendiri, maka lebih baik melakukan perjalanan pada sebagian malam dan permulaan pagi hari kiamat dan beristirahat pada siang hari. Rasulullah SAW bersabda, "Pilihlah perjalanan pada waktu malam karena pada waktu malam bumi dilipat, yakni perjalanan ditempuh dengan cepat."

16. Waspada di Tempat Peristirahatan 

Hendaknya berhati-hati di tempat persinggahan, yakin dengan memberikan tanggung jawab kepada satu atau dua orang secara bergantian untuk menjaga barang. Bila beristirahat pada malam hari sebaiknya secara bergantian pula dengan satu atau dua orang berjaga. Dengan cara seperti itu diri dan harta barang akan terjaga.

17. Membaca Doa dalam Perjalanan

Dalam perjalanan, sangatlah utama untuk membaca "Allahu Akbar" ketika jalan menanjak di samping doa-doa lainnya dan membaca Subhanallah ketika jalan menurun, dan di samping doa lainnya. Takbir dan tasbih dibaca 3 kali. Bila di dalam perjalanan menjumpai tempat yang menyeramkan sehingga timbul perasaan takut, hendaknya membaca doa sebagaimana berikut artinya.

"Maha suci Allah dari kekurangan dan keaiban. Raja Yang Maaha Suci. Tuhannya para malaikat dan ruh. Engkau menyanggah langit dengan keagungan dan kekuasaan-Mu."

 
 

18. Menjaga Tunggangan

Sangat penting untuk menjaga hewan tunggangan dan menjaga haknya. Tidak boleh meletakkan beban diluar kemampuan ke atasnya. Sebagian ulama yang tidak mau tidur di atas kendaraan dengan berbaring. Karena dengan cara seperti itu cuma beban akan menjadi lebih berat.

19. Memperhatikan hak-hak pemilik kendaraan.

20. Menghindari segala kemewahan dan perhiasan selama perjalanan.

21. Apa saja yang dibelanjakan selama dalam perjalanan hendaknya didasari perasaan senang dan gembira.

22. Hindari menyuap.

23. Segala macam kesusahan dan rintangan di jalan ini hendaknya dihadapi dengan senang hati dan lapang dada.

 

 
 

 

sumber : Dok Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler