Sabtu 09 Jul 2011 23:26 WIB

Menegpora: Alhamdulillah PSSI Kembali Normal

Suporter sepakbola Solo, Ariyanto (38), membawa obor di jalanan Kota Solo sebagai bentuk dukungan kesuksesan penyelenggaraan Kongres PSSI.
Foto: Antara/Andika Betha
Suporter sepakbola Solo, Ariyanto (38), membawa obor di jalanan Kota Solo sebagai bentuk dukungan kesuksesan penyelenggaraan Kongres PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng mengaku sangat banggsa terhadap pelaksanaan Kongres PSSI di Solo. Kongres ini dianggapnya menjadi peristiwa monumental dan indah dalam perkembangan demokrasi sepak bola Indonesia.

“Kita bangga selaku warga negara Indonesia atas hasil yang diperoleh,” kata Andi Mallarangeng  dalam sambutan saat penutupan Kongres. Pria yang kerap disebut dalam kasus Muhammad Nazaruddin itu, meminta segala konflik yang terjadi agar dilupakan.

Kepengurusan Djohar Arifin Husin diharapkan mampu menyatukan segala kepingan kepentingan di dalam tubuh sepak bola nasional. “

 Tidak lupa Andi mengucapkan kata selamat  pada ketua wakil Ketua, dan anggota exco yang baru terpilih. “Selamat kepada Ketua PSSI baru. Kongres hari ini harus jadi standar yang paling ideal bagi kongres-kongres PSSI kedepan,”

Mendadak, Andi mengeraskan volume suaranya, dengan lantang meminta para peserta tidak hanya serius dalam kongres namun dalam mencetak prestasi di lapangan. Keringnya prestasi tim nasional dengan sepanjang 20 tahun tidak meraih juara, menjadi keperihatinannya. “

Menurut dia, kini sepak bola Indonesia bisa kembali normal dan dapat berdiri sendiri. “Alhamdulillah kongres berhasil bikin normal. Terima kasih yang teramat kepada Komite Normalisasi."

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement