Ahad 20 Jan 2013 06:04 WIB

Aisha: Jilbab Adalah Bentuk Hormat pada Perempuan

Rep: Agung Sasongko/ Red: Hazliansyah
Aisha
Foto: onislam.net
Aisha

REPUBLIKA.CO.ID, -- Semenjak mendalami Islam, pikiran Aisha tentang jilbab juga terbuka. Menurutnya, alasan Muslimah mengenakan jilbab karena itu merupakan kewajiban.

Setiap Muslimah diwajibkan Allah SWT untuk mengenakan jilbab bukan untuk membuat kalangan perempuan tampak terbelakang secara peradaban, melainkan ada bentuk rasa hormat kepada kalangan perempuan. Untuk itu, Aisha tak ragu mengenakan jilbab.

Putusan itu merupakan wujud rasa baktinya terhadap Allah SWT. "Aku harus melakukannya," kata dia seperti dikutip dari onislam.net.

Selama ia mengenakan jilbab, tidak ada kesan kolot. Sebaliknya, ia secara kreatif mampu memadukan kesan modis dan syariah. Namun, tidak mudah baginya untuk memulainya.

Itu diawali dengan bagaimana cara mengenakannya. Kadang ia masih keliru bagaimana mengenakan jilbab yang baik dan benar.

"Di Jepang, saya kesulitan untuk menemukan hal yang dibutuhkan atau diperlukan untuk jilbab saya ini," kata dia.

Karena itu, ia memesan apa yang ia butuhkan dari Kuwait via internet. Mulailah, ia berlatih mengenakan jilbab. Awalnya, ia merasa seperti mumi. Kondisi itu berubah ketika ia bertemu dengan Muslimah asal Mesir yang mengajari dirinya mengenakan jilbab.

Semenjak itu, banyak manfaat yang ia peroleh ketika mengenakan jilbab. Tentu saja, itu terjadi, ketika orang-orang mengetahui konteks penggunaan jilbab. Di luar konteks, Aisha tentu memahami cara pandang orang lain terhadap dirinya.

"Aku mencoba untuk ramah. Insya Allah, mereka akan memahami dengan sendirinya apa maksud dan tujuanku mengenakan jilbab," kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement