REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Nil Maizar bersama asistennya, Fabio Oliveira, menemui Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (5/3). Pertemuan digelar untuk membahas nasib keduanya di tim nasional Indonesia.
Oliveira, yang selama ini mendampingi Nil dalam menukangi timnas, mengatakan pergantian pelatih adalah sesuatu yang wajar dalam sepak bola. Hanya saja, hal tersebut harus dilakukan dengan prosedur yang benar.
''Kontrak saya bersama Nil Maizar adalah selama Pra-Piala Asia 2015 berlangsung hingga April 2014,'' kata Oliveira.
Oliveira mengatakan hal tersebut juga ditegaskan dalam Surat Keputusan (SK) per Januari 2013 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. "Harusnya, cabut dulu SK kami sebelum tunjuk pelatih baru," tegas Oliveira.
Posisi Nil sebagai pelatih kepala timnas menjadi tidak jelas setelah Djohar Arifin memutuskan pengelolaan timnas berada di bawah Badan Tim Nasional (BTN). Sedangkan BTN telah merekrut pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, untuk menjadi pelatih kepala.
Blanco datang dengan membawa dua rekannya, asisten pelatih dan pelatih fisik. Praktis, bukan hanya Nil Maizar yang posisinya tergusur. Oliveira, yang selama ini mendampingi Nil dalam menukangi timnas, juga ikut tersingkir.