Senin 31 Mar 2014 17:12 WIB

PBB: Penangkapan Ikan Paus Jepang 'Tidak Ilmiah'

Rep: Gita Amanda/ Red: Julkifli Marbun
Ikan Paus
Foto: Maxi Jonas/Reuters
Ikan Paus

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG -- Mahkamah Internasional PBB (ICJ) memutuskan, program penangkapan ikan paus Jepang di Antartika tak bertujuan ilmiah. Saat ini Pengadilan tinggi PBB tengah membacakan keputusannya.

BBC News melaporkan, hingga sekarang Jepang tercatat telah menangkap sekitar 1.000 ikan paus setiap tahunnya. Mereka beralasan penangkapan dilakukan atas tujuan penelitian ilmiah.

Hakim Peter Tomka membacakan putusan pengadilan terkait masalah ini pada Senin (31/3). Ia membacakannya di markas bersejarah ICJ di Den Haag.

Sebelumnya Australia mengajukan kasus ini pada ICJ, Mei 2010 lalu. Mereka beralasan program yang dilakukan Jepang itu menyebabkan ribuan paus terbunuh. Mereka juga menuduh penangkapan ikan paus sebenarnya bertujuan komersial berkedok penelitian ilmiah.

Kantor berita AFP melaporkan, Australia kini meminta pengadilan dunia mendesak Jepang menghentikan program penelitiannya. Mereka juga meminta ICJ mencabut otorisasi, izin atau lisensi untuk berburu paus.

Canbera mengatakan, sejak 1988 Jepang telah membunuh lebih dari 10 ribu paus di bawah program JARPA II. Ulah Jepang diduga menempatkan Asia sebagai pelanggar konvensi internasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement