REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepulauan Riau menyatakan, melengkpai setiap tempat pemungutan suara (TPS) dengan alat bantu tunanetra.
"Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kepulauan Riau (Kepri) 3.745. Alat bantu tunanetra itu disiapkan di setiap TPS untuk membantu pemilih yang tunanetra menggunakan hak suaranya," kata Ketua KPU Kepulauan Riau (Kepri) Said Sirajudin, di Tanjungpinang, Jumat (7/2).
Ia menambahkan, proyek pengadaan alat bantu tunanetra ditangani oleh KPU pusat. Termasuk surat suara dan tinta sidik jari. Diharapkan, alat bantu itu sudah sampai di kabupaten dan kota paling lama 20 Maret 2014.
Kepri sudah menyampaikan kepada KPU pusat terkait kendala yang dihadapi dalam distribusi sebagian logistik. Antara lain, terkait dengan sebagian pemilih yang tinggal di pulau.
Distribusi logistik ke pulau yang berpenghuni membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu yang menyebabkan seluruh logistik yang ditangani KPU pusat harus sampai di kabupaten dan kota pada 20 Maret 2014. Jika pada saat itu tidak sampai, dikhawatirkan distribusi ke kecamatan hingga ke TPS menjadi terlambat.
"Distribusi logistik sampai ke kabupaten dan kota itu merupakan tanggung jawab pihak ketiga, pemenang lelang. Selanjutnya, distribusi hingga ke TPS dilakukan secara swakelola oleh KPU kabupaten dan kota," ujarnya.
Sebelumnya, KPU pusat bersama 15 perusahaan pemenang lelang 21 paket logistik pemilu 2014 menandatangani kontrak kerja sama, Jumat (24/1). Anggaran untuk pengadaan dan distribusi tiga jenis logistik pemilu 2014, yakni surat suara, tinta sidik jari, dan alat bantu tunanetra menyedot uang negara sebesar Rp 870 miliar.