REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat merasa kesulitan berkomunikasi dengan PDIP. Itu setelah permintaan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak mendapat respon baik.
Ketua DPP Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, segala kemungkinan koalisi bersama PDIP masih terbuka. Hanya saja, kata dia, hingga kini permintaan Demokrat untuk penjajakan dengan partai berlambang banteng itu tidak kunjung mendapat tanggapan baik.
"PDIP meresponnya sejauh ini masih datar saja atau malah tidak ada respon," cetus Ramadhan dalam diskusi Visi Misi HAM para Capres di Jakarta, Selasa (6/5).
Ramadhan mengatakan, Demokrat memang terlihat kurang aktif menjalin komunikasi dengan parpol lain. Namun, bukan berarti SBY diam saja memantau pergerakan manuver parpol lain. Menurut dia, Demokrat memiliki gaya sendiri dalam upaya menjalin koalisi.
Hanya saja, kata dia, Demokrat masih menunggu survei internal untuk mencari pemenang dari 11 peserta konvensi capres. Kalau ada yang memiliki elektabilitas tinggi, bukan tidak mungkin partai berlambang bintang mercy itu akan mengusung capres sendiri.
Kalau ternyata hasil survei tidak menggembirakan, Ramadhan mengatakan, Demokrat terbuka untuk merapat ke Prabowo Subianto atau Jokowi. "Tunggu tanggal 15 Mei, nanti diumumkan sikap koalisi Demokrat," kata Ramadhan.