Jokowi Dinilai Kurang Mampu Kembangkan 'Public Speaking'
Rabu , 11 Jun 2014, 01:20 WIB
Edwin Dwi Putranto/Republika
Pasangan Peserta Pemilu Presiden 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla saling menyapa sebelum Debat Capres-Cawapres di Jakarta, Senin (9/6).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres) sesi pertama kemarin menarik perhatian banyak pihak. Berbagai analisa terhadap gaya dan penampilan masing-masing capres-cawapres bermunculan.
Ahli entrepreneur keuangan dari Bahana Securieties, Harry Su memberi poin unggul kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Pasangan ini membangun kontak mata dengan pemirsa sehingga terjalin interaksi yang baik," kata Harry kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/6).
Berbeda dengan Prabowo, Harry justru menilai Joko Widodo (Jokowi) kurang membangun kontak mata dengan pemirsa. Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) kurang optimal memanfaatkan waktu presentasi yang diberikan moderator.
"Keduanya kurang mampu mengembangkan public speaking," ujarnya.
Harry berpendapat jawaban Prabowo-Hatta lebih terstruktur ketimbang Jokowi-JK. Soal strategi pemberantasan korupsi misalnya, Prabowo mendorong terciptanya kelayakan reumunerasi di kalangan pegawai negeri sipil. Sementara Jokowi mengandalkan transparansi pemerintahan melalui rekruitmen terbuka, e-budgeting, dan e-procurement.
Selain itu, Harry juga memuji kemampuan Prabowo menjaga emosi saat menjawab pertanyaan saeputar HAM dari JK. Menurutnya Prabowo berhasil menyajikan jawaban lugas dan menampik segala tuduhan seputar HAM yang dialamatkan kepadanya.
"Jawaban Prabowo soal tuduhan-tuduhan seputar HAM membangkitkan simpati publik untuk Prabowo," ujar Harry.
Redaktur |
: |
Hazliansyah |
Reporter |
: |
Muhammad Akbar Wijaya |