Home >> >>
Jokowi dan Mahmud MD Jadi Pasangan Pilihan Santri
Senin , 07 Apr 2014, 14:37 WIB
Reuters/Beawiharta
Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum santri merupakan salah satu penghasil suara terbesar di Indonesia, khusunya di Pulau Jawa. Jajak pendapat Center for Survey Research and Data Analysis Stain Salatiga (CSRDASS) menyatakan, Mahfud MD dan Joko Widodo (Jokowi) cocok disandingkan

"Kecenderungan orang yang suka dengan Mahfud MD, dia juga menyukai Jokowi, juga sebalikanya. Sehingga jika dipasangkan mereka akan mempunyai banyak suara," ujar Direktur CSRDAS Munajat, Senin (7/4). 

Ia menuturkan, Mahmud mendapatkan suara sebesar 10,9 persen. Sedangkan Jokowi 10,2 persen. Sehingga jika mereka dipasangkan akan mempunyai suara sangat besar dari kalangan pondok pesantren.

Menurutnya, nama lain memang tak dipungkiri masih mempunyai prosentase dalam kalangan santri. Seperti Suryadharma Ali, Dahlan Iskan dan Prabowo Subianto. 

Hanya saja mereka mendapatkan prosentase yang jauh lebih kecil dari dua nama di atas. Saat coba disandingkan pun, calon itu tak memunyai kesamaan. Sehingga membuat hanya segelintir penghuni pondok pesantren memilih mereka.

Pengamat politik UIN Jakarta, Gun gun Heryanto menjelaskan, besarnya prosentase Jokowi dalam survei memerlihatkan, santri tak lagi mengikuti pilihan para kiai. Melainkan, lebih mempunyai pandangan politik sendiri.

"Saya melihat kecenderungan santri menjadikan figur sebagai pandangan paling utama," tutur Gun Gun. 

Sehingga tidak mengherankan jika ada sosok lain yang diidamkan para santri selain mereka yang muncul dari partai berbasis Islam.

Redaktur : Mansyur Faqih
Reporter : c56
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar