Home >> >>
Belum Punya Visi dan Misi, Jokowi Dinilai tak Siap Jadi Capres
Kamis , 17 Apr 2014, 08:42 WIB
Raisan Al Farisi
Pedagang menata kaos bergambar Jokowi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (27/3). (foto: Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai Joko Widodo tidak siap menjadi calon presiden karena hingga saat ini belum memaparkan visi-misinya jika terpilih menjadi presiden.

"Dulu kalau ditanya capres jawabannya (Jokowi) 'copras-capres' dan 'ndak mikir', nah sekarang saat dicapreskan juga belum pernah tahu apa visi-misinya dia (Jokowi) untuk Indonesia. Itu seharusnya masyarakat harus tahu misi apa yang akan dilakukan Jokowi," kata Hendri Satrio usai diskusi publik di Jakarta, Rabu (16/4).

Menurut Hendri, berbeda dengan capres dari partai lainnya sudah memaparkan visi-misinya kepada publik. Saat ini, lanjutnya, mantan Wali Kota Solo tersebut sibuk melakukan komunikasi dengan partai-partai lain dengan tujuan mencari dukungan karena perolehan suara PDI Perjuangan tidak mencapai 20 persen.

"Dulu kalau ditanya capres jawabnya nggak mikir. Nah sekarang dipikirin beneran jadi pusing kan dia, karena suara partai nggak capai 20 persen. Ini tidak ada kesiapan melakukan kunjungan sana-sini. Nah Jika dia (Jokowi) capres saat ini harus diubah jawaban-jawaban seperti itu. Lain halnya Prabowo dan Ical, mereka paparkan visi-misi dia. Bagaimana caranya menjawab media, bagaimana menjawab pertanyaan publik," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Strategi Komunikasi dari Triliant Communication Ekoputro Adijayanto. Menurut dia, Jokowi belum pernah paparkan visi-misi untuk Indonesia kedepan, bagaimana nanti dia bekerja. "Itu harus dilakukan Jokowi, jika dia punya sifat negarawan," kata dia.

Redaktur : Muhammad Hafil
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar