Prabowo Subianto (kanan) dan Hatta Rajasa (kiri) menyapa pendukungnya saat meninggalkan gedung KPU usai menyerahkan berkas-berkas kelengkapan pendaftaran untuk mengikuti Pilpres di halaman Gedung KPU, Jakpus, Selasa (20/5).
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fitriyan Zamzami / Wartawan Republika
Pada Pilpres 2004 lalu, Sumatra Barat (Sumbar) merupakan salah satu daerah anomali selain Nanggroe Aceh Darussalam. Hasil Pilpres di dua provinsi tersebut kala itu tak berkorelasi dengan daerah lain di Indonesia.
Khusus di Sumbar, pada putaran pertama pasangan Amien Rais dan Siswono Yudohusodo memperoleh suara terbanyak, yakni 36,3 persen dari total suara sah. Sebaliknya, pasangan Megawati Soekarnoputri dan KH Hasyim Muzadi terpuruk di nomor buncit dengan perolehan 5,9 persen suara.
Sebagian pihak menilai, ada sejarah dan primordialisme yang berujung pada unggulnya pasangan Amien-Siswono pada 2004. Sejarah dan primordialisme bisa jadi ikut menentukan pemenang Pilpres di provinsi tersebut pada 2014 ini.
Bicara modal awal, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mempunyai persediaan melimpah di Ranah Minang. Salah satunya tentu dukungan Amien Rais, juga PAN dan sebagian besar massa Muhammadiyah ke pasangan tersebut. Mafhum diketahui, Muhammadiyah mempunyai kedekatan dengan Muslim di Sumbar.
Selain itu, menilik gabungan suara parpol koalisi pendukung, pasangan Prabowo-Hatta juga unggul. Total suara Gerindra, PAN, PKS, Golkar, PPP, PBB mencapai 60,9 persen di daerah tersebut.
Sedangkan, total suara pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang terdiri atas PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura, PKPI berkisar pada 26,9 persen.
Semisal kepala daerah juga disebut modal, pasangan Prabowo-Hatta juga unggul. Sebagian besar kepala daerah tingkat dua di Sumbar disoking parpol pendukung Prabowo-Hatta. Sedangkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno diusung oleh PKS.
Kendati demikian, Sumbar juga mempunyai sejarah tak jenak dengan militer Indonesia. Terutama, menyusul peristiwa deklarasi Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) oada 1958 yang berpusat di wilayah itu. Pada poin tersebut, paasngan Jokowi-JK memiliki keunggulan.
Berikut data dan angka suara koalisi di Sumbar pada Pileg 2014:
Prabowo-Hatta:
Golkar : 16,8 persen
Gerindra : 14,1 persen
PAN : 9,4 persen
PPP : 9,4 persen
PKS : 8,5 persen
PBB : 2,7 persen
Total : 60,9 persen
Jokowi-JK:
Nasdem : 8,9 persen
PDIP : 7,6 persen
Hanura : 5,7 persen
PKB : 3,7 persen
PKPI : 1 persen
Total : 26,9 persen
Demokrat (netral/belum menentukan dukungan) :12,6 persen