Polda Jabar Sebut 33 Pemudik Meninggal Dunia

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Jumat 07 Jun 2019 17:30 WIB

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriyadi, bersama pejabat polda dan Polres Purwakarta, saat memantau arus mudik dari KM 72 Tol Jakarta-Cikampek menuju KM 102 Tol Cipali, dengan menggunakan motor gede, Ahad malam (2/6). Foto: Dok Humas Polres Purwakarta Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriyadi, bersama pejabat polda dan Polres Purwakarta, saat memantau arus mudik dari KM 72 Tol Jakarta-Cikampek menuju KM 102 Tol Cipali, dengan menggunakan motor gede, Ahad malam (2/6).

REPUBLIKA.CO.ID, CIPALI--Polda Jawa Barat mencatat ada 33 pemudik wilayah Jawa Barat (Jabar) meninggal dunia pada mudik tahun 2019. Jumlah tersebut terhitung dari H-7 sampai H+2 atau dua hari setelah lebaran.

"Jumlah pemudik meninggal dunia 33 orang, ditambah 25 pemudik mengalami luka berat dan 49 luka ringan," kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Mohamad Aris saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (7/6).

Baca Juga

Sementara kendaraan yang mengalami kecelakaan lalulintas sebanyak 46 kendaraan. Jumlah tersebut terhitung sejak H-7 sampai dua hari lebaran 2019.

"Dengan total kerugian material (Rumat) akibat kecelakaan sebar Rp 241.750.000," katanya.

Jika dibandingkan dengan data kecelakaan lalulintas tahun 2018, jumlah lakalantas tahun 2019 ini menurun. Pada musim mudik tahun 2018 ketika dua hari lebara jumlah pemudik yang meninggal dunia sebanyak 52 orang tahun ini hanya 33 orang.

"Jika diakumulasikan sejak H-7 sampai H+4 jumlah pemudik tahun 2018 yang meninggal dunia sebanyak 68 orang," katanya.

Sementara total kendaraan yang mengalami kecelakaan sebanyak 98, dengan luka berat 19 dan luka ringam 101. Meski cenderung menurun, Mohamad Aris mengaku belum dapat menyimpulkan, apakah jumlah laka lantas tahun ini menurun atau malah naik.

"Kita belum bisa memastikan menurun atau meningkat," katanya.

Aris menyampaikan kenapa alasan, kenapa belum dapat menyimpulkan persentase laka lantas untuk tahun 2019. Karena oprasi ketupat 2019 masih berjalan, sehingga belum dapat disimpulkan.

"Karena tahun lalu datanya selama oprasi. Kalau sekarangkan belum oprasinya belum selesai," katanya.

Terpopuler