Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ekspansi Ottoman Wilayah Eropa Penuh Darah? Ini Kata Gulen

Selasa 03 Aug 2021 22:59 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Nashih Nashrullah

Gulen membantah ekpansi Ottoman ke wilayah Eropa dipenuhi darah. Sultan Muhammad Al Fatih memimpin bala tentara Ottoman.

Gulen membantah ekpansi Ottoman ke wilayah Eropa dipenuhi darah. Sultan Muhammad Al Fatih memimpin bala tentara Ottoman.

Foto: google.com
Gulen membantah ekpansi Ottoman ke wilayah Eropa dipenuhi darah

REPUBLIKA.CO.ID, — Sejak berhasil menguasai Konstantinopel, Turki Utsmaniyah atau Ottoman bertransformasi menjadi kekuatan utama Islam di seluruh dunia, khususnya kawasan pesisir Mediterania. 

Dalam menjalankan politik ekspansi, kesultanan tersebut tidak melulu menggunakan cara-cara militeristik, tetapi juga berupaya menarik simpati masyarakat lokal. Salah satu contohnya diceritakan Fethullah Gulen dalam bukunya, Cahaya Abadi Muhammad SAW: Kebanggaan Umat Manusia.

Baca Juga

Dalam perjalanan menuju suatu medan pertempuran, dia menjelaskan, para pasukan Utsmaniyah kerap menggantungkan berbagai macam buah-buahan yang mereka bawa di dahan-dahan pohon yang dilewati nya.

Seiring waktu, pasukan tersebut berhasil menaklukkan hati penduduk wilayah yang akan mereka kuasai, alih- alih menekan mereka dengan kekuatan senjata. 

Menurut Gulen, cara-cara seperti itu membuat Ottoman berhasil menguasai banyak negeri di Eropa, khususnya Semenanjung Balkan, hingga ratusan tahun. Apalagi, Benua Biru kala itu masih panas akan dendam kesumat Perang Salib.

Pada faktanya, perang tersebut tidak hanya memperhadapkan antara Salibis dan Muslim, tetapi juga, bahkan terutama-sesama Kristen, yakni kaum Latin (Roma) dan Yunani (Konstantinopel).

Sebut saja, Penjarahan Konstantinopel yang terjadi dalam Perang Salib IV pada 1204. Sejarawan Yunani Speros Vryonis mengatakan, seperti dikutip Graham E Fuller dalam A World Without Islam(2010), kebencian kaum Yunani terhadap Roma memuncak akibat peristiwa nahas itu. Bahkan, mereka meyakini bahwa pasukan Ottoman, seandainya berhasil merebut kota itu, tidak akan berlaku sekejam orang-orang Kristen Latin tersebut. 

Dan, memang benar demikian. ...

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile