Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jadi Pahlawan Inter di Piala Super Italia, Sanchez Curhat Jarang Dimainkan

Rabu 12 Jan 2022 23:46 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Pemain Inter Milan Alexis Sanchez, kedua dari kiri, mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola final Piala Super Italia antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro, di Milan, Italia, Rabu, 12 Januari 2022.

Pemain Inter Milan Alexis Sanchez, kedua dari kiri, mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola final Piala Super Italia antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro, di Milan, Italia, Rabu, 12 Januari 2022.

Foto: AP/Luca Bruno
Alexis Sanchez cetak gol kemenangan Inter 2-1 atas Juventus pada perpanjangan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alexis Sanchez menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Juventus pada laga Piala Super Italia 2021. Sanchez datang dari bangku cadangan untuk menggantikan Lautaro Martinez dan memastikan kemenangan Nerazzurri, tepat saat kedua tim bersiap untuk adu penalti.

 

Laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (13/1/2022) dini hari WIB, berlangsung alot hingga perpanjangan waktu. Pemain Cile itu berhasil mencetak gol kemenangan di detik-detik terakhir perpanjangan waktu untuk membawa Inter unggul 2-1, sekaligus memastikan trofi keenam Inter di Piala Super Italia. 

Baca Juga

Usai jadi pahlawan, Sanchez memanfaatkannya untuk curhat karena jarang dimainkan. "Juara seperti ini, semakin mereka bermain, semakin baik perasaan mereka. Mereka bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain," kata Sanchez kepada Mediaset, dikutip dari Football Italia, Kamis (13/1/2022). "Saya bermain melawan Lazio, saya pikir saya akan bermain hari ini karena saya dalam kondisi yang baik, tetapi pelatih membuat keputusan itu. Saya menghormati pelatih tetapi saya lapar untuk menang," katanya.

"Saya lapar dan merasa ingin memenangkan sesuatu malam ini! Kami berada di jalur yang benar dengan pemain yang tepat dan kami harus terus seperti ini," tegas Sanchez.

Sejak awal Inter lebih banyak memberikan tekanan. Namun, Juventus justru yang unggul lebih dulu melalui gol yang diciptakan Weston McKennie di menit ke-25 ketika gelandang timnas Amerika Serikat itu memanfaatkan umpan silang apik dari Alvaro Morata dengan sundulan yang gagal diantisipasi oleh Samir Handanovic.

Kendati demikian, keunggulan tersebut tidak bertahan lama bagi Juventus. Selang 10 menit, Nerazzurri berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti akibat pelanggaran yang dilakukan Mattia De Sciglio terhadap Dzeko di kotak terlarang. Martinez yang menjadi algojo titik putih berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Skor berubah 1-1.

Pada babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari keunggulan. Beberapa percobaan belum membuahkan hasil hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup oleh wasit. Perolehan imbang membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Sanchez memanfaatkan kesalahan pertahanan Juventus pada detik-detik terakhir perpanjangan waktu. Ia kemudian 'menyerang' mantan pelatih Inter Antonio Conte, serta bosnya saat ini Simone Inzaghi. 

"Saya selalu mengatakan bahwa saya merasa seperti singa yang dikurung. Conte tiba suatu hari dan berkata, tidak ada orang lain seperti Anda, dia akan menempatkan saya di 15 menit terakhir dan berkata saya akan membuat perbedaan. Saya bilang 'mainkan saya lebih awal, saya juga bisa membuat perbedaan!'," ujarnya.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile