Cara Pensiunan Atasi Stunting

Red: Fernan Rahadi

ilustrasi Stunting
ilustrasi Stunting | Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Slamet Hartono (Ketua Perkumpulan Juang Kencana (Juken) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah)

Percepatan penurunan stunting di Indonesia sudah sangat mendesak karena hal ini berkaitan langsung dengan kondisi bangsa Indonesia pada masa yang akan datang. Semua pihak sudah semestinya harus berperan aktif dalam menangani permasalah ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo sebagai ketua pelaksana untuk percepatan penurunan stunting. Kepada kepala BKKBN, presiden menargetkan agar bisa menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. 

Lebih lanjut, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, presiden meminta agar BKKBN meningkatkan kualitas manajemen dalam upaya penurunan angka stunting saat ini. "Arahan presiden bahwa anggaran sudah jelas, pemetaan sudah jelas. Maka yang belum optimal adalah manajemennya. Arahan presiden kepada kami harus meningkatkan kualitas manajemen ini," kata dia. 

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 diperkirakan akan meningkatkan angka stunting. Kepada presiden, Hasto juga menyampaikan, dalam empat tahun ke depan diproyeksikan akan terdapat sekitar 20 juta bayi baru yang lahir. Angka stunting per 2019 tercatat masih relatif tinggi, yakni sebesar 27,6 persen. 

Ia mengatakan, diperkirakan akan ada sekitar tujuh juta anak yang dalam kondisi stunting. (Sumber: Republika, 25 januari 2021 https://www.republika.co.id/berita/qnhcn0428/jokowi-mintakepala-bkkbn-turunkan-stunting-jadi-14-persen).

Paguyuban Juang Kencana (PJK)/ Juken yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 2000 di Jakarta, beranggotakan para pensiunan BKKBN/OPD-KB (Organisasi Perangkat Daerah-Keluarga Berencana) memiliki tujuan membina hubungan kekeluargaan dan persahabatan antara sesama mantan pegawai BKKBN/OPD-KB, menghimpun potensi, pengalaman, semangat para mantan pejabat/pegawai BKKBN/OPD-KB dalam melaksanakan gerakan KB bersama masyarakat, membentuk wadah sebagai wahana melaksanakan hubungan silaturahmi antar sesama anggota dan keluarga. 

Salah satu misinya yaitu meningkatkan kemitraan antara Juken dengan pemerintah, swasta dan ormas peduli KB atau Lembaga Sosial Organisasi Masyarakat (LSOM) pendukung Program Bangga Kencana lainnya. Berbekal pengalaman mengelola Program KB pada masa lalu, anggota Juken dapat berperan dalam Program Bangga Kencana yang diusung oleh BKKBN yaitu sebagai Narasumber/Moderator, Konsultan/Advisor, Peneliti/Surveyor, Tim Monitoring & Evaluasi, Motivator di lingkungan keluarga, Penggerak LSOM pendukung Banggakencana, Pembina Bina Keluarga di lingkungan tempat tinggal dan Penggerak Kampung KB di wilayah tempat tinggalnya.

Demikian pula untuk turut berpartisipasi menyukseskan program percepatan penurunan stunting. Juken dapat mengambil peran utamanya menyosialisasikan tentang stunting ini kepada keluarga, lingkungan kecilnya bahkan kepada lingkungan yang lebih besar, dengan materi tentang “Nutrisi pada Kehamilan” yang mana disampaikan akan pentingnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan menyusui, gizi saat kehamilan dan menyusui sebagai pondasi penting untuk cegah stunting dan pentingnya asupan nutrisi untuk kehamilan yang sehat, serta tidak kalah pentingnya adalah merencanakan persalinan tanpa komplikasi agar ibu selamat dan bayi lahir sehat bahkan tentang pola makan harian yang baik dan sehat bagi ibu hamil.

Tentang “Seribu Hari Pertama Kehidupan” dengan sasaran penyuluhan pasangan usia subur, ibu hamil, dan remaja putri. Materi “Perencanaan Keluarga” juga sangat penting dipahami oleh para remaja untuk mencapai masa depan keluarga yang bahagia sejahtera serta dengan anak-anaknya yang bebas dari stunting kelak.

"Peraturan Presiden memberikan penguatan kerangka intervensi yang harus dilakukan dan kelembagaan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting," kata Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang bertajuk "Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting" yang digelar secara virtual, Senin 23 Agustus 2021 oleh Sekretariat Wakil Presiden. 

"Rencana Aksi Nasional juga harus dapat mendorong dan menguatkan konvergensi antar program yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan oleh berbagai kementerian/lembaga," katanya menambahkan.

Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menetapkan Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari Pengarah dan Pelaksana. Wapres sebagai Ketua Pengarah, didampingi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta sejumlah menteri lainnya.

Sedangkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk menjadi ketua pelaksana. Perpres tersebut juga menetapkan lima pilar utama yang sangat penting dalam percepatan penurunan stunting, yaitu Komitmen Politik dan Kepemimpinan Nasional dan Daerah, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Program Pusat, Daerah dan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Gizi, dan Monitoring dan Evaluasi.

Sebagai Ketua Pengarah Percepatan Penurunan Stunting, Wapres berpesan supaya konvergensi dalam penurunan stunting harus diwujudkan. Konvergensi merupakan kunci untuk memastikan program-program intervensi dapat dilaksanakan secara optimal sehingga berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting. Pelaksanaan konvergensi telah mulai dilakukan salah satunya dengan telah ditandatanganinya komitmen percepatan penurunan stunting oleh bupati/walikota dari 154 kabupaten/kota prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2022.

"Pada kesempatan ini saya meminta, sebagai tugas pertama Kepala BKKBN, agar segera melaksanakan koordinasi dengan kementerian/lembaga yang terkait serta pemerintah daerah untuk memastikan konvergensi antar program terjadi dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa, bahkan hingga ke tingkat rumah tangga,” kata Wapres (Sumber : https://stunting.go.id/wapres-tugaskan-kepala-bkkbn-tingkatkan-konvergensiprogram-percepatan-penurunan-stunting/)

Percepatan penurunan stunting akan berhasil manakala semua unsur yang berkaitan turut ambil bagian secara aktif sesuai dengan perannya masing-masing.

Anggota Perkumpulan Juang Kencana (PJK) atau Juken yang merupakan salah satu ormas peduli KB atau LSOM (Lembaga Sosial Organisasi Masyarakat) pendukung Program Bangga Kencana dapat berperan aktif dalam program percepatan penurunan stunting dengan cara melakukan KIE (Kominikasi Informas Edukasi) maupun konseling kepada Pasangan Usia Subur, Ibu Hamil & Remaja Putri baik pada keluarganya maupun lingkungan di sekitarnya tentang : “Nutrisi pada Kehamilan”, “Seribu Hari Pertama Kehidupan”, “Perencanaan Keluarga”, atau materi lainnya yang relevan.

Terkait


Dinkes Depok Bertekad Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Angka Stunting Turun 3,3 Persen Sepanjang 2019-2021

Potensi Kerugian Akibat Stunting Capai Rp 450 Triliun Per Tahun

Pemprov Babel Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting

Atasi Kemiskinan, Inovasi Wakil Kepala Daerah Diperlukan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark