Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satpol PP DKI Jakarta Awasi Peredaran Miras Selama Ramadhan

Senin 21 Mar 2022 08:31 WIB

Red: Nur Aini

Ilustrasi Miras. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah memetakan potensi pelanggaran ketertiban umum dan mengawasi peredaran minuman beralkohol atau minuman keras (miras) selama Ramadhan

Ilustrasi Miras. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah memetakan potensi pelanggaran ketertiban umum dan mengawasi peredaran minuman beralkohol atau minuman keras (miras) selama Ramadhan

Foto: Republika/Thoudy Badai
Satpol PP DKI Jakarta juga fokus pada potensi muncul PMKS selama Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah memetakan potensi pelanggaran ketertiban umum dan mengawasi peredaran minuman beralkohol atau minuman keras (miras), serta praktik asusila selama Ramadhan.

 

"Kami lakukan patroli pengawasan di berbagai tempat di lokasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berada. Kami edukasi, ingatkan, kemudian kami lakukan pembinaan dengan Dinas Sosial," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, di Jakarta, Senin (21/3).

Baca Juga

Untuk memastikan kesiapan pengawasan, Satpol PP DKI menggelar apel kesiapsiagaan dan antisipasi gangguan ketentraman serta ketertiban umum menjelang Ramadhan di Monas. Selain peredaran minuman beralkohol, potensi munculnya PMKS di setiap sudut-sudut kota dan jalan-jalan umum juga menjadi fokus Satpol PP.

"Saya minta untuk mengingatkan dan mengedukasi seluruh masyarakat agar Jakarta menjadi kota yang tertib, teratur dan nyaman selama Ramadhan, agar semua masyarakat bisa menjalani ibadah dengan nyaman dan tenteram," katanya.

Arifin mengatakan, penindakan pelanggaran ketertiban selama bulan Ramadan dan penindakan disiplin protokol kesehatan (prokes) juga tetap diterapkan dan diperhatikan selama pengawasan.

"Cara bertindaknya pun tidak menunjukkan arogansi dan kesewenang-wenangan. Masyarakat harus terus-menerus kami ayomi, ingatkan, edukasi untuk memahami dan menjalankan, melaksanakan ketentuan daerah," katanya.

Selain Satpol PP DKI Jakarta, kata dia, TNI/Polri juga terlibat dalam pengerahan ribuan personel gabungan. Personel gabungan tersebut dikerahkan untuk melakukan patroli intensif mengantisipasi terjadinya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

"Walaupun situasi penanganan pandemi Covid-19 sudah semakin membaik, bukan berarti kita mengabaikan prokes. Tindakan tegas sebagaimana yang diatur dalam perda tetap menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas kita," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile