Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

 

5 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sakit Kepala Bisa Jadi Gejala Hipertensi, Ukur Tekanan Darah untuk Memastikannya

Sabtu 02 Apr 2022 02:08 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Sakit (ilustrasi). Untuk memastikan kaitan antara sakit kepala dan hipertensi, seseorang perlu mengecek tekanan darahnya.

Sakit (ilustrasi). Untuk memastikan kaitan antara sakit kepala dan hipertensi, seseorang perlu mengecek tekanan darahnya.

Foto: www.freepik.com.
Hipertensi sering kali tidak bergejala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi di mana kekuatan darah jangka panjang terhadap arteri cukup tinggi sehingga memicu masalah kesehatan. Hipertensi memengaruhi hampir sepertiga orang dewasa dan diperkirakan masih banyak yang belum menyadarinya karena tidak merasakan gejala.

 

Meskipun tekanan darah tinggi jarang menyebabkan gejala yang nyata, ada beberapa tanda yang bisa membantu mengidentifikasinya. Salah satu tanda yang bisa menjadi peringatan silent killer ini adalah sakit kepala.

Baca Juga

Profesor Kesehatan Masyarakat di New Mexico State University di Amerika Serikat, dr Jagdish Khubchandani, mengatakan bahwa gejala sakit kepala mungkin muncul sebagai pertanda hipertensi. Tapi perlu dicatat bahwa sakit kepala adalah gejala yang tidak konsisten dan tidak meyakinkan.

"Cara terbaik untuk mengetahui tentang hipertensi adalah dengan memeriksa tekanan darah," kata Khubchandani, seperti dilansir Express, Sabtu (2/4/2022).

Pakar juga menyebutkan tanda-tanda lain dari tekanan darah tinggi, yakni sakit dada, kelelahan, sulit bernapas, kelelahan, masalah penglihatan, dan kebingungan. Dr Khubchandani menjelaskan, nyeri dada adalah gejala nyeri lain yang mungkin terjadi dengan atau tanpa sakit kepala selama krisis hipertensi. Namun, pada kebanyakan orang dengan hipertensi, ini bukan gejala yang umum terlihat.

"Nyeri dada hanya bisa dengan tekanan darah yang sangat tinggi, terutama dengan serangan jantung atau penyakit arteri koroner," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile