Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

14 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menteri Teten Jelaskan Pentingnya Tingkatkan Peringkat Global Entrepreneurship Index

Kamis 12 May 2022 16:52 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) meninjau pameran produk dalam negeri saat Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022. Pemerintah berupaya meningkatkan posisi Indonesia dalam Global Entrepreneurship Index (GEI). Saat ini Indonesia berada di peringkat 75 dengan nilai 3,18 persen.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) meninjau pameran produk dalam negeri saat Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022. Pemerintah berupaya meningkatkan posisi Indonesia dalam Global Entrepreneurship Index (GEI). Saat ini Indonesia berada di peringkat 75 dengan nilai 3,18 persen.

Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
Menkop menyebut saat ini Global Entrepreunership Index ada di posisi 75

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berupaya meningkatkan posisi Indonesia dalam Global Entrepreneurship Index (GEI). Saat ini Indonesia berada di peringkat 75 dengan nilai 3,18 persen.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, peringkat tersebut ingin dinaikkan ke posisi 60. Ia menjelaskan, agar GEI bisa naik jumlah wirausaha di Tanah Air harus bertambah.

Ia menuturkan, ada keuntungan yang akan didapatkan Indonesia bila peringkatnya naik. Di antaranya semakin banyak investasi masuk.

"Kalau kita memperbaiki ekosistem bisnis kita, akan lebih mudah orang berusaha, Indonesia akan mendapat keuntungan, ada investasi masuk. Kita butuh investasi itu untuk membuka lapangan kerja, tentu nanti share kepada PDB, pajak, dan ekspor (meningkat)," jelasnya.

Teten ingin wirausaha atau UMKM tersebut nantinya tak hanya berorientasi ekspor. Melainkan juga menyasar pasar domestik. 

"Sebenarnya kita menumbuhkan wirausaha mapan bukan untuk tujuan ekspor saja, tapi banyak juga jadi substitusi impor, market besar, justru UMKM (bisa) mendominasi market dalam negeri, termasuk pasar ekonomi digital. Saya kira target kita ke sana, ekspor maupun substitusi impor, terutama di pangan, model bisnis yang kita kembangkan misalnya korporatisasi pangan, ekosistem kemudahan untuk ekspor terkait setifikasi, terkait pembiayaan ekspor, pelatihan dan sebagainya termasuk promosi," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile