Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA
...

Pengalaman Liputan Konser Musik Internasional Penuh Euforia

Kamis 26 May 2022 07:54 WIB

Red: Endro Yuwanto

Penyanyi asal Amerika Serikat, Mariah Carey, saat menggelar konser belum lama ini.

Penyanyi asal Amerika Serikat, Mariah Carey, saat menggelar konser belum lama ini.

Foto: EPA
Sebuah konser selalu memberikan pengalaman dan sensasi musikal yang berbeda.

Oleh : Rusdy Nurdiansyah/Jurnalis Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, Las Ketchup, sensasi single Asereje, dan tariannya mewabah ke seluruh pelosok penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mereka beranggotakan tiga gadis cantik yang terdiri atas Pilar, Lola, dan Lucia. Ketiga gadis itu berasal dari Cordoba, Spanyol Selatan.

Lagu Asereje sukses menempati posisi teratas tangga lagu di daratan Eropa dan Amerika pada era 2002. Uniknya trio tomate's daughters juga sukses mewabahkan tarian khas dalam lagu tersebut.

Yang fenomenal dari kelompok Las Ketchup ini adalah baru seminggu single The Ketchup Song (Asereje) dirilis pada akhir tahun 2002 langsung menuai sukses. Album Las Ketchup yang berjudul Hijas del Tomate, terjual lebih dari 1,5 juta kopi di seluruh dunia, sementara single Asereje sudah laku sebanyak tiga juta kopi.

Di Indonesia, menurut Sundari Assistant Promotion Manager Sony Music Indonesia, sebagai pemegang lisensi peredaran album Las Ketchup, album tersebut telah terjual sekitar 125 ribu kopi. Sedangkan di negara asalnya, Spanyol, single Asereje laku sebanyak 300 ribu kopi. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk lagu dari Negeri Matador. Catatan luar biasa melampaui penjualan di Spanyol dibukukan Prancis, yaitu 850 ribu kopi.

Tidak hanya itu, penjualan single Asereje di beberapa negara Eropa, seperti Spanyol, Austria, Prancis, dan Jerman berhasil meraih gold bahkan di Swedia dan Swiss meraih platinum. Sementara di Belanda, Belgia, dan Italia lebih sukses lagi dengan meraih double platinum. Di daratan Amerika, seperti Meksiko dan Kolombia, Asereje juga meraih gold.

Lagu Asereje diciptakan oleh produser dan komposer asal Cordoba, Manuel Ruiz ''Queco'' Refrain. Liriknya diambil dari rap klasik tahun 1979 berjudul Rapper's Delight milik Sugarhill Gang.

Lagunya bercerita tentang seorang pemuda rumahan bernama Diego yang modis dan bergaya ala gipsi dan rastafara. Diego adalah seorang pemuda yang suka menari dan merupakan pengemar rap dan hip-hop serta suka menyanyikan lagu rap khas Andalusia.

Lagu-lagu Las Ketchup ini penuh dengan kesegaran dan kesatuan lewat alunan nada-nada rap dengan aksen kental khas Andalusia. Vokal mereka mengalir renyah tanpa mempedulikan bahasa dan aksen. Selain memasukkan unsur tradisi khas Andalusia, seperti flamenco dan gaya matador, mereka juga menggabungkan unsur seperti rumba Spanyol, pop Latin, reggae Jamaika, dan hip-hop klasik.

Dalam album Hijas del Tomate ini juga masih terdapat lagu bersemangat Asereje, artinya ada nuansa dansa dan pesona bahasa yang 'lucu' seperti lagu Kusha Las Payas atau Un de vez en Cuando. Memang kehadiran lagu Asereje memiliki kelebihan dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya di dalam album mereka. Lagu Asereje disodorkan satu paket dengan tarian yang juga ikut populer berkat seringnya video klip lagu ini ditayangkan di televisi.

Tarian itu akhirnya dikenal dengan Goyang Asereje. Lagu ini menawarkan kegembiraan dan keceriaan yang membuat kebanyakan orang ketika mendengarkan alunan musiknya yang renyah, sadar maupun tidak sadar turut bergoyang ala goyang Asereje yang mudah ditiru.

Lantaran begitu populernya, lagu Asereje pun dibuat dalam tiga versi. Versi albumnya tampil dalam dua bahasa yakni bahasa Spanyol dan bahasa Inggris-Spanyol. Sedangkan untuk jenis musiknya selain versi asli, juga dibuat dalam dua versi lain yaitu versi hippy dan versi remix untuk pasar di Amerika.

''Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva/Majavi an de bugui an de buididipi/Aserejé ja de jé de jebe tu de jebere seibiunouva/Majavi an de bugui an de buididipi/Aserejé...''

Begitulah tiga biduan cantik ini menebar demam Asereje. Ibu mereka, Tomate, adalah gitaris flamenco terkenal asal Cordoba, Spanyol Selatan. Dengan memakai nama besar ibunya, mereka menamai album pertama, yakni Hijas del Tomate yang artinya adalah anak perempuan Tomate. Kelompok tiga dara cantik ini pun menyebut diri sebagai Las Ketchup yang artinya kecap.

Fenomenal grup vokal wanita Las Ketchup juga melanda masyarakat Indonesia. Java Musikindo mendatangkan mereka dalam konser bertajuk "Asereje!! Live in Concert" yang berlangsung di Istora Senayan, Gelora Bung Karno Jakarta pada Rabu, 2 April 2003, pukul 19.00 WIB.

Ini kali pertama aku bertugas meliput konser musik internasional. Tentu ini sebuah kesempatan dan tantangan baru. Aku mencari referensi latar belakang Las Ketchup, jenis musiknya, albumnya, dan para penggemarnya. Tak lupa, aku persiapkan kelengkapan kamera untuk pemotretan konser, seperti lensa tele 80-20 mm dan beberapa rol film berkecepatan tinggi ASA 1200 serta mencari informasi posisi wartawan dan fotografer saat meliput konser musik.

Alhamdulillah, tidak ada masalah yang aku dapati selama meliput konser yang diawali dengan penampilan penyanyi dangdut Indonesia, Inul Daratista. Inul sebagai penyanyi pembuka konser membawakan dua lagu, yakni "What's Up" dan "Mbah Dukun" yang mendapat sambutan sangat meriah dari penonton.

Las Ketchup berusaha tampil maksimal namun lagu-lagunya ternyata tidak familiar bagi penonton. Ribuan penonton yang hadir tampaknya hanya menantikan dibawakannya lagu "The Ketcup Song" atau yang populer disebut "Asereje" karena memang hanya lagu tersebut yang dikenal dan populer di Indonesia.

***

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile