Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

 

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Luruskan Isu Miring Soal Mbappe, Presiden Madrid: Kami tak Pernah Merasa Dikhianati Dia

Kamis 16 Jun 2022 00:00 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Kylian Mbappe dari Prancis terlihat dari bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Kroasia dan Prancis di stadion Poljud, di Split, Kroasia, Senin, 6 Juni 2022.

Kylian Mbappe dari Prancis terlihat dari bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola UEFA Nations League antara Kroasia dan Prancis di stadion Poljud, di Split, Kroasia, Senin, 6 Juni 2022.

Foto: AP/Darko Bandic
Perez menyebut faktanya Mbappe memang milik PSG.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Presiden Real Madrid Florentino Perez angkat bicara terkait keputusan Kylian Mbappe bertahan di Paris Saint-Germain. Hal itu dikatakannya dalam program Spanyol El Chiringuito, Rabu (15/6/2022) waktu setempat. Perez menyebut Mbappe tidak mengkhianati Madrid ataupun dirinya. 

 

"Dia tidak mengkhianatiku. Ia mengungkapkan mimpinya untuk bermain di Real Madrid. Dan itu benar. Agustus lalu PSG tidak mau menjual. Kami menunggu satu tahun dan dia terus mengatakan hal yang sama. Lima belas hari sebelum situasi berubah karena tekanan politik dan faktor ekonomi," kata Perez dikutip dari Football Espana, Kamis (16/6/2022). 

Baca Juga

Menurut Perez, Mbappe melakukan apa yang paling mudah baginya, yaitu dengan mengesampingkan keinginannya untuk bermain di Madrid. Tidak perlu dibahas lahi, itu adalah akibat dari tekanan yang dia terima, semua terpengaruh oleh tekanan itu, apalagi anak muda. "Tidak masuk akal bahwa Presiden Republik (Emmanuel Macron) memanggilnya. Ini sangat memengaruhinya, pasti," katanya. 

Panggilan dari Presiden Prancis Macron ini dikonfirmasi oleh pria itu sendiri. Tidak diragukan lagi ada tingkat tekanan tertentu yang ditempatkan pada Mbappe dan paket keuangan yang signifikan, namun Perez tampaknya enggan menerima bahwa Mbappe lebih suka tinggal di negara asalnya pada tahap awal karirnya. 

Perez melanjutkan dengan mengklaim bahwa Mbappe dalam kondisi itu bukan yang dia inginkan, meskipun dia tidak menutup pintu untuk mengontraknya. "Mbappe yang saya inginkan adalah yang memimpikan Real Madrid," katanya. 

"Mengontraknya dalam tiga tahun? Saya tidak tahu, dalam waktu tiga tahun, kita semua bisa berubah. Mbappe ini, bukan Mbappe. Seorang pemain yang menolak melakukan tindakan sponsorship dengan tim nasionalnya, saya tidak mau. Saya pikir dia punya mimpi, tapi kadang-kadang (mimpi) itu tidak bisa diwujudkan karena penyebab eksternal," jelas Perez.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile