Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kapan Sebaiknya Mengganti Kaca Film Mobil?

Rabu 29 Jun 2022 05:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kaca film mobil yang baik mampu menolak sinar infrared dan sinar ultra violet lebih dari 90 persen.

Kaca film mobil yang baik mampu menolak sinar infrared dan sinar ultra violet lebih dari 90 persen.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Penggunaan kaca film umumnya bisa hingga bertahun-tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaca film mobil merupakan salah satu komponen penting untuk memberikan kenyamanan dalam berkendara. Kaca film berfungsi mengurangi cahaya yang masuk ke dalam kabin sehingga suhu di dalam mobil akan terasa lebih nyaman.

Penggunaan kaca film umumnya bisa hingga bertahun-tahun. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat usia kaca film menjadi lebih singkat. Lalu, kapan sebaiknya mengganti kaca film?

Baca Juga

Sr. Application Engineer PT 3M Indonesia Iwan Pratama mengatakan penggantian kaca film sebaiknya dilakukan ketika warna sudah mulai berubah. "Ekspektasi orang mengenai kaca film yang pertama itu tampilan. Tampilan sama dengan performa. Kalau tampilan sudah berubah yang semula belinya hitam lalu lama-lama warnanya hilang itu sama dengan performanya sudah berkurang," kata Iwan di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Selain perubahan warna, penggantian kaca film dapat dilakukan ketika mulai timbul gelembung. Adanya gelembung disebabkan daya tahan kaca film telah melemah sehingga tidak lagi melekat pada kaca mobil.

"Yang semula menempel optimal tetapi lambat laun lemnya tidak bisa megang dan lepas akhirnya menjadi gelembung, itu juga menjadi parameter dia harus ganti kaca film, karena kaca film itu adalah tampilan," kata dia.

Iwan mengatakan perlu dilakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kaca film pada mobil tetap awet. Salah satunya dengan menjaga kebersihan kaca film. Apabila ditemukan adanya noda minyak atau debu, harus segera dibersihkan dengan menggunakan material yang kering dan lembut.

Jika noda membandel, proses pembersihan bisa ditambahkan dengan air dan shampo. Selain itu, material untuk membersihkan kaca film sebaiknya dibedakan dengan material untuk membersihkan bodi mobil. Hal itu untuk mencegah terjadinya goresan pada kaca film.

"Katakanlah lapnya bukan kain yang lembut, halus dan bersih. Lapnya habis digunakan untuk mengelap bodi, di mana di situ ada remah debu lalu dibuat untuk mengelap kaca film. Itu potensi baretnya lebih besar karena lap yang tidak bersih," kata Iwan.

Selanjutnya, hindari penggunaan bahan pembersih yang memiliki kandungan minyak dan asam tinggi. Hal tersebut berpotensi merusak produk kaca film.

"Pembersihan yang menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau minyak akan mengurangi umur dari kaca film tersebut. Jadi tidak direkomendasikan menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau bahan yang mengandung minyak," ucap dia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile