Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Laki-Laki Usia 40 Tahun Sebaiknya Hindari Kebiasaan Ini

Jumat 01 Jul 2022 01:32 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari pria berusia 40 tahun.

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari pria berusia 40 tahun.

Foto: www.freepik.com.
Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari pria berusia 40 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia 40 tahun, beberapa perubahan di tubuh biasanya akan mulai terasa dan terlihat. Hormon-hormon, massa otot, hingga energi mulai mengalami penurunan. Agar bisa menua dengan sehat, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari setelah pria memasuki rentang usia ini.

 

Menurut beberapa ahli, setidaknya ada tujuh kebiasaan yang perlu dijauhi oleh pria yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas. Berikut ini adalah ketujuh kebiasaan tersebut, seperti dilansir EatThis, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga

 

Mengabaikan Perawatan Diri

Direktur Medis Wimpole Clinic, Dr Michael May, mengungkapkan bahwa setiap orang perlu memprioritaskan perawatan diri terlepas dari berapa pun usianya. Perawatan diri tak hanya dapat membuat pria tampak awet muda dan rapi, tetapi juga bisa membantu mencegah beberapa risiko penyakit serta infeksi.

Beberapa kebiasaan yang dianjurkan adalah menjaga kuku agar tidak tumbuh terlalu panjang dan rajin mencuci, mencukur, atau melembapkan rambut, kumis, serta janggut. Hal ini tetap perlu diperhatikan meski pertumbuhan rambut pria di rentang usia ini mulai menipis.

"Untuk menghindari rambut tumbuh ke dalam, ketombe, dan bau," ungkap Dr May.

 

Melewatkan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kepala ahli bedah dari bariatric Journal, Dr Hector Perez, menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, terutama seiring dengan semakin bertambahnya usia. Hal ini sering terabaikan karena banyak pria merasa kondisi tubuhnya masih cukup sheat. Pemeriksaan kesehatan rutin bisa membantu menemukan adanya potensi masalah kesehatan lebih dini, sebelum masalah tersebut menjadi serius.

 

Membiarkan Stres

Kondisi stres yang tak terkelola dengan baik bisa memberikan dampak buruk, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk mengelola stres dengan baik. Beberapa di antara cara tersebut adalah meditasi, yoga, atau hanya sekedar relaksasi.

 

Kurang Tidur

Mendapatkan tidur yang cukup juga memainkan peran penting bagi kesehatan. Sayangnya, hal ini cukup sering terabaikan karena berbagai faktor. Upayakan untuk mendapatkan tidur sebanyak 7-8 jam per malam.

 

Tidak Menjaga Kadar Testosteron

Penurunan kadar testosteron pada pria kerap berkaitan dengan beberapa masalah, seperti penurunan massa mineral, penurunan massa otot dan kekuatan otot, disfungsi ereksi, penurunan libido, depresi, hingga diabetes. Di sisi lain, penurunan testosteron terkait usia biasanya tak memunculkan gejala sehingga jarang disadari. Tes pemeriksaan darah tahunan dapat membantu pria mengetahui kondisi kadar testosteronnya.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile