Sabtu 09 Jul 2022 19:22 WIB

Kemenag Pastikan Penerbitan Izin Lembaga Amil Zakat Penuhi Prinsip Kehati-hatian

Pengelolaan dana zakat harus digunakan untuk kemaslahatan para mustahik

Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor memastikan Kemenag selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan izin operasional Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Foto: Kemenag
Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor memastikan Kemenag selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan izin operasional Lembaga Amil Zakat (LAZ).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor memastikan Kemenag selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan izin operasional Lembaga Amil Zakat (LAZ). Hal itu disampaikan Tarmizi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Forum Konsultatif bersama perwakilan Kemensos, Baznas, BWI, BNPT, dan PPATK di Jakarta, Jumat (8/7/2022). 

"Saya pastikan ada tim yang terjun langsung untuk melakukan audit kepada LAZ yang akan mengajukan maupun memperpanjang izin operasionalnya," katanya.

Baca Juga

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag itu menyampaikan pengelolaan dana zakat harus digunakan untuk kemaslahatan para mustahik. Untuk itu, Kemenag telah melakukan upaya pencegahan melalui sejumlah regulasi dalam pengelolaan dana zakat.

"Saat ini Kemenag sedang melakukan koordinasi bersama BNPT untuk mencegah terjadinya kasus penyelewengan dana zakat seperti pernah dilakukan LAZ ABA beberapa waktu lalu," ujarnya.

Tarmizi menuturkan untuk meningkatkan profesionalitas tata kelola zakat, Kemenag juga telah menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi para amil (pengelola zakat). "Dengan adanya SKKNI bagi para amil ini diharapkan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat akan lebih optimal dan tepat sasaran," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement