Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Keseringan Pakai Gawai Selama Pandemi, Warga Australia Banyak yang Kena Gangguan Mata

Selasa 19 Jul 2022 07:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Mengucek mata (Ilustrasi). Mata kering, gatal, tampak titik-titik dalam penglihatan, dan kesulitan melihat jauh merupakan gangguan mata paling umum yang meningkat secara signifikan di Australia pada tahun ini dibandingkan pada 2020.

Mengucek mata (Ilustrasi). Mata kering, gatal, tampak titik-titik dalam penglihatan, dan kesulitan melihat jauh merupakan gangguan mata paling umum yang meningkat secara signifikan di Australia pada tahun ini dibandingkan pada 2020.

Foto: Republika/Desy Susilawati
Indeks Penglihatan 2022 Australia ungkap banyak warga kena gangguan mata.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Kebanyakan warga Australia mengalami setidaknya satu masalah pada mata mereka akibat terlalu sering menatap layar gawai, menurut Indeks Penglihatan 2022. Satu dari tiga penduduk negara itu mengaku menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gawai selama pandemi Covid-19.

 

Meskipun lockdown Covid-19 memperlambat penyebaran virus di seluruh Australia, kebijakan itu telah menggandakan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar gawai. Indeks Penglihatan 2022 menunjukkan bahwa mayoritas responden mengaku menghabiskan waktu hingga delapan jam per hari di depan layar gawai mereka atau menonton televisi.

Baca Juga

Alhasil, jumlah warga Australia yang mengalami masalah kesehatan mata meningkat. Mata kering, gatal, tampak titik-titik dalam penglihatan, dan kesulitan melihat jauh merupakan gangguan mata paling umum yang meningkat secara signifikan di Australia pada tahun ini dibandingkan pada 2020.

Responden yang mengalami miopi (rabun jauh) meningkat dari 30 persen menjadi 40 persen. Fakta itu mendorong perkiraan bahwa lebih dari 50 persen populasi global akan mengalami rabun jauh pada 2050.

sumber : Antara, OANA-AAP
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile