Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

BI Proyeksikan Inflasi Inti Kembali ke Sasaran pada Kuartal III 2023

Sabtu 01 Oct 2022 17:52 WIB

Red: Friska Yolandha

Pedagang melayani pembeli di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (30/9/2022). Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi inti yang saat ini dalam tren kenaikan.

Pedagang melayani pembeli di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (30/9/2022). Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi inti yang saat ini dalam tren kenaikan.

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi inti yang saat ini dalam tren kenaikan diproyeksi akan kembali ke kisaran target bank sentral, yakni tiga persen plus minus satu persen pada kuartal ketiga tahun depan. Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69 persen.

"Kami yakini dengan langkah-langkah stabilisasi yang kami lakukan saat ini paling tidak pada triwulan III 2023 nantinya inflasi inti akan kembali ke kisaran sasaran tiga persen plus minus satu persen," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho saat diskusi dengan awak media di Ubud, Bali, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga

Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69 persen (yoy) seiring dengan meningkatnya inflasi kelompok harga diatur pemerintah atau administered prices yang sebesar 6,84 persen (yoy) dan inflasi inti yang menjadi 3,04 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 2,86 persen (yoy).

Tekanan inflasi diperkirakan meningkat didorong oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah masih tingginya harga energi dan pangan global.

Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diprediksi meningkat akibat dampak lanjutan atau second round effect dari penyesuaian harga BBM dan menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan. Berbagai perkembangan tersebut diperkirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebih batas atas sasaran tiga persen plus minus satu persen. Pada akhir 2022, BI memperkirakan inflasi inti dapat mencapai 4,6 persen (yoy).

Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan BI, baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya.

Wahyu menyampaikan, salah satu masalah yang sekarang sedang berusaha untuk diselesaikan adalah tekanan inflasi dari sisi inflasi pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP). Gernas PIP menjadi langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional.

"Ini sudah kita implementasikan di banyak daerah dan hasilnya seperti kita lihat inflasi volatile food pada September sudah mulai menurun dibandingkan sebelumnya. Yang dulunya double digit sekarang sudah 8 persen dan harapannya nanti inflasi volatile food ini bisa turun sampai 6 persen atau bahkan 5 persen," ujar Wahyu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile