Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

12 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kanjuruhan dan Sejarah Gas Air Mata di Sepak Bola

Ahad 02 Oct 2022 00:16 WIB

Rep: Fitriyan Zamzami/ Red: Partner

.

.

Foto: network /Fitriyan Zamzami
Tragedi sepak bola di Ghana juga melibatkan penggunaan gas air mata.

Sedikitnya 127 orang meninggal dalam kerusuhan selepas pertandingan sepak bola Arema Malang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). Penggunaan gas air mata oleh kepolisian untuk menghalau massa mewarnai tragedi tersebut.

Merujuk Ensiklopedia Britannica, pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I sebagai senjata kimia. Meski begitu, karena efeknya berlangsung singkat dan jarang melumpuhkan, gas air mata mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum sebagai sarana untuk membubarkan massa.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Gas air mata, juga disebut lakrimator, adalah salah satu dari sekelompok zat yang mengiritasi selaput lendir mata, menyebabkan sensasi menyengat dan air mata. Mereka juga dapat mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan batuk, tersedak, dan kelemahan umum. Gas air mata juga menimbulkan rasa menyengat semacam terbakar di bagian kulit yang terpapar.

Sebelum kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang, penggunaan gas air mata juga disebut jadi salah satu penyebab meninggalnya 126 pendukung sepak bola di Stadion Accra di Ghana pada 2001. Saat itu, merujuk the Guardian, penggunaan gas air mata oleh kepolisian terhadap pendukung yang merusuh memicu kepanikan yang membuat banyak penonton terinjak-injak. Sebagian juga meninggal akibat kehabisan napas.

Terkait potensi bahaya itulah FIFA mengatur pelarangan penggunaan gas air mata di dalam stadion sebagai upaya pengendalian massa. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, FIFA memutuskan bahwa pertandingan harus segera dihentikan begitu ada gas air mata yang masuk ke stadion. Penyelenggaraan Piala Dunia kala itu berbarengan dengan maraknya aksi unjuk rasa memprotes pemerintahan Brasil.

sumber : https://rihlah.republika.co.id/posts/180693/kanjuruhan-dan-sejarah-gas-air-mata-di-sepak-bola
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 

BERITA TERKAIT

 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile