Senin 15 May 2023 12:52 WIB

Irjen Kementan Kawal Panen Raya di Cirebon Pastikan Ketersediaan Pangan

Kabupaten Cirebon merupakan daerah penyangga di Provinsi Jawa Barat.

Red: Nora Azizah
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan), Jan Samuel Maringka, memantau jalanya panen raya padi di Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (15/5/2023).
Foto: Dok. Kementan
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan), Jan Samuel Maringka, memantau jalanya panen raya padi di Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (15/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan), Jan Samuel Maringka, memantau jalanya panen raya padi di Desa Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (15/5/2023). Panen raya dilakukan di Poktan Sri Jaya dengan luasan hamparan panen 75 hektare. 

Dengan produksi 457,5 ton dan produktivitasnya mencapai 6,1 ton per hektare, hasil panen kali ini dapat menambah jumlah ketersediaan beras nasional di pertengahan tahun 2023. “Apalagi Kabupaten Cirebon merupakan daerah penyangga di Provinsi Jawa Barat,” ungkap Irjen Jan Maringka, Senin.

Baca Juga

Jan Maringka memprediksi produksi padi Januari-Mei 2023 nasional sebanyak 23,94 juta ton. Sedangkan Kabupaten Cirebon sebanyak 279.893 ton GKG atau 5,54 persen dari produksi Jabar sebanyak 5,05 juta ton. 

Prediksi Luas Panen pada Januari-Mei 2023 secara nasional seluas 4,51 juta hektare, sedangkan Kabupaten Cirebon seluas 575.000 ha atau 64,4 persen dari luas panen Jawa Barat seluas 892.821 hektare. Berdasarkan data dari BPS Jawa Barat, Produksi padi tahun 2022 nasional sebanyak 54,75 juta ton. Sedangkan Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 573.991 ton GKG atau 5,24 persen dari jumlah produksi padi seluruh provinsi Jawa Barat 9,43 juta ton GKG.