Jelang Ramadhan, Bantul Terus Tambah Stok Beras

Red: Nora Azizah

Kamis 07 Mar 2024 19:59 WIB

Petugas memindahkan beras yang akan dibagikan untuk warga (ilustrasi). Foto: Republika/Putra M. Akbar Petugas memindahkan beras yang akan dibagikan untuk warga (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan stok beras di pasar daerah ini terus bertambah menjelang Ramadhan 1445 Hijriah, menyusul panen padi oleh petani setempat. "Sekarang ini petani di Bantul baru panen, jadi stok beras tambah terus, bahkan di bulan Maret dan April ini luas panen sekitar 4.000 hektare," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Kamis (7/3/2024).

Dia mengatakan, para petani yang mulai panen berada di Kecamatan Imogiri dan Jetis, meski tidak berada dalam satu kawasan, namun panen periode Maret-April ini ditargetkan seluas 4.000 hektare.

Baca Juga

"Kalau produktivitas panen padi rata rata mencapai 8,8 ton gabah, hasilnya dikalikan 4.000 hektare, ada sekitar 35 ribuan ton gabah. Jadi kalau untuk ketersediaan di Bantul tidak masalah, stok aman menghadapi bulan Ramadhan," katanya.

Dia juga mengatakan, para petani di Bantul menghadapi bulan puasa tidak mengalami kesulitan mendapat bahan pokok beras, karena hasil panen sebagian disimpan untuk stok pangan sehari hari.

"Kalau panen kecil, karena kepemilikan luas lahan kecil, gabah itu biasanya disimpan. Dan 97 persen penduduk Bantul itu petani gurem dengan lahan pertanian di bawah setengah hektare, hasilnya jarang dijual keluar, tapi disimpan untuk stok kebutuhan pangan," katanya.

Joko Waluyo juga mengatakan, meski stok bahan pokok aman, namun pemerintah daerah tetap merencanakan mengadakan gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, setelah pada Rabu, mengadakan pasar murah tersebut.

"Ada beberapa titik, tapi saya tidak hafal, nanti menghadapi Lebaran kami juga melaksanakan pasar murah. Memang setiap tahun ada, dan harapan kami sebelum Lebaran ada lagi, kalau setelah Lebaran ada lagi terus, kita lihat situasi kondisi," katanya.

Ia berharap, dengan pasar murah yang menyediakan berbagai bahan pokok murah, selain bisa membantu masyarakat mendapat kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, juga sebagai upaya stabilisasi harga pangan di pasaran.

Terpopuler