Tingkat puasa yang kedua adalah puasa thariqah. Puasa ini merupakan puasanya orang-orang salik. Orang salik adalah orang yang sedang disiplin spiritual untuk menempuh sufisme. Nasarudin mengatakan mereka yang menjalankan puasa ini berusaha melakukan spiritual jernih.
Mereka tidak hanya tidak makan dan minum, namun juga membatasi mulut dari berbicara yang buruk. Kemudian, membatasi telinga dari mendengarkan hal-hal keburukan serta membatasi penciuman. Selain itu, lanjut Nasarudin, tingkatan puasa ini yakni membatasi pikiran dan dari hal buruk.
Tingkat puasa yang ketiga ada puasa orang-orang ahlul hakekat. Nasarudin mengatakan orang awam akan sangat berat menjalankan tingkatan ini. Mereka menganggap racun dari ibadah adalah kemusyrikan.
Dalam kesempatan ini, Nasaruddin mengajak kepada umat Islam agar berniat dengan benar dalam melaksanakan puasa. Sebab berpuasa tanpa niat yang benar akan sia-sia.
"Jangan pernah memandang enteng niat," kata Nasarudin.