Senin 20 Jan 2025 18:04 WIB

Unisa Yogya Sosialisasi Prodi Magister Keperawatan

Prodi ini akan menjadi program untuk meningkatkan keilmuan keperawatan.

Perawatan di Rumah Sakit. Ilustrasi.
Foto: Republika
Perawatan di Rumah Sakit. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta siap membuka Program Magister Program Studi Prodi) Keperawatan mulai tahun ajaran 2025/2026. Pembukaan prodi baru ini menyusul keluarnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek RI) Nomor 30/A/O/2025.

“Akan segera dibuka penerimaan mahasiswa baru (Prodi Magister Keperawatan) untuk tahun ajaran 2025/2026,” kata Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Unisa Yogyakarta, Wantonoro, Senin (20/1/2025).

Dengan dikeluarkannya izin pembukaan prodi baru tersebut, Wantonoro menyebut Unisa Yogyakarta sudah benar-benar siap. Baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan pendukung perkuliahan lainnya.

“Harapannya dengan adanya magister keperawatan, akan menjadi program untuk meningkatkan keilmuan keperawatan. Baik secara kognitif, skill, dan inovasi, sehingga berdampak pada layanan kesehatan, terutama pada layanan paliatif,” ucapnya. 

Wantonoro menuturkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan promosi dengan calon mahasiswa magister setelah adanya izin pembukaan Program Magister Program Studi Keperawatan ini. Selain itu, pihaknya akan mempersiapkan berbagai kerja sama dalam rangka mendukung proses pembelajaran.

“Kami mempersiapkan kerja sama baik nasional dan internasional untuk mendukung proses pembelajaran, dan mempersiapkan segala bentuk komponen pembelajaran,” ungkap Wantonoro.

Terkait dengan kurikulum, nantinya akan mengikuti syarat dan ketentuan Kemendiktisaintek, dan tata aturan organisasi profesi keperawatan. “Dengan mengangkat keunggulan terkait dengan magister keperawatan, dengan unggulan sains dan teknologi manajemen perawatan paliatif,” jelasnya.

 

 

Silvy Dian Setiawan

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Terkait
Yuk Ngaji Hari Ini
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗقَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ ۗقَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗوَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌحَكِيْمٌ ࣖ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Baqarah ayat 260)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement