Rabu 26 Feb 2025 13:33 WIB

Kompak! Shell, BP-AKR dan Pertamina Klaim Proses Blending di Depo Tak Bisa Ubah Oktan BBM

Shell, Pertamina dan BP AKR Serta Vivo pastikan penjualan BBM sesuai spesifikasi

 Pelayanan pembelian BBM di SPBU di wilayah kerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT).
Foto: Dokumen
Pelayanan pembelian BBM di SPBU di wilayah kerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BBM) memastikan proses penyaluran bensin ke masyarakat sesuai dengan spesifikasinya. Hal ini ditegaskan secara teknis karena proses pengolahan di Terminal BBM atau Depo tak bisa mengubah kadar oktan (RON).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI seluruh badan usaha BBM yaitu Shell, BP-AKR, IndoMobile dan Pertamina Patra Niaga memastikan tak melakukan pengolahan di terminal BBM yang mereduksi ataupun menambah kadar oktan.

Badan Usaha melakukan pengolahan bensin dengan menambahkan zat adiktif atau senyawa kimia yang hanya meningkatkan kualitas dan performa dari bensin. Bukan mengubah kadar oktan.

Inggrid Siburian, perwakilan Shell Indonesia menjelaskan Shell melakukan penjualan bensin di Indonesia berasal dari Singapura. Bentuk bensin yang tiba di Indonesia merupakan _base fuel_ sesuai spesifikasi kadar oktan yang dibutuhkan. Shell kemudian melakukan pengujian serta penambahan zat adiktif di Terminal BBM atau Depo untuk meningkatkan kualitas bensin tanpa mengurangi kadar RON.

“Penambahan aditif hanya bertujuan untuk meningkatkan keunggulan produk, seperti performa mesin, namun tidak mengubah kadar oktan BBM itu sendiri,” kata Inggrid.

Senada dengan Inggrid, Vanda Laura perwakilan BP-AKR juga menjelaskan zat aditif yang digunakan dalam BBM hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas tanpa mengubah kadar RON. “Kami memastikan setiap produk BBM yang dijual di SPBU telah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah," tambah Vanda.

PTH (Pelaksana Tugas Harian) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra memastikan Pertamina menjaga kualitas produk. Apa yang tersedia di SPBU, baik itu Pertamax maupun Pertalite memiliki kadar RON yang sesuai dengan spesifikasi.

“Baik RON 90 maupun RON 92, kami terima dalam bentuk base fuel dengan RON yang sudah sesuai. Kami hanya menambahkan zat aditif dan warna, tetapi tidak melakukan blending untuk mengubah kadar RON,” tegas Mars Ega.

Selain itu, Mars Ega menekankan bahwa spesifikasi BBM yang dipasarkan di Indonesia telah diatur oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM.

Mars Ega juga memastikan, Pertamina Patra Niaga tidak memiliki fasilitas blending atau pengolahan untuk mengubah kadar oktan. “Pertamina Patra Niaga tidak memiliki fasilitas blending yang dapat mengubah RON. Proses blending yang dilakukan hanya untuk menambahkan zat aditif dan pewarna, bukan untuk meningkatkan kadar oktan,” tegasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement