Selasa 07 Mar 2017 15:27 WIB

Berhati-hatilah Gunakan Jaringan Wi-Fi di Tempat Umum

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri
Free Wifi
Free Wifi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seseorang menjadi sasaran empuk bagi para hacker, disebabkan ketidakpahaman mengenai keamanan jaringan-jaringan Wi-Fi publik. Sebagian besar orang menganggap, semua jaringan Wi-Fi yang tersedia di fasilitas-fasilitas umum seperti, bandara, hotel, dan kafe memiliki keamanan. 

Akan tetapi, hal tersebut tidaklah selalu benar. Ketika para konsumen log-in pada jaringan yang tidak aman, hacker dapat mencuri informasi saat menjelajahi dunia maya. Kemudian menjual informasi tersebut di pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan, atau bahkan menggunakan informasi untuk menguras akun bank konsumen. 

"Dengan perubahan baru, maka akan datang tantangan baru. Siapa yang bisa menonton data yang anda kirim dan terima, anonymous hackers, dengan malicious bisa melakukan pencurian identitas, pencurian password, Wi-Fi Hacking, yang bisa menyebabkan kerugian keuangan," kata Nick Savvides, Security Advocate, Consumer Business Unit, Symantec di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Norton Luncurkan 'Wi-Fi Privacy' Untuk Hentikan Hacker Curi Informasi Pribadi

Salah satu taktik umum lainnya, yang dikenal sebagai serangan titik akses tipuan, yaitu ketika penjahat cyber membuat jaringan Wi-Fi publik milik mereka, dan mengarahkan pengguna untuk bergabung dengan jaringan tersebut. Pengguna akhirnya memberikan data pribadi, kepada penjahat cyber. 

Kemudian setelah terhubung dengan jaringan hotspot tipuan, mereka dapat diarahkan menuju situs-situs penipuan atau situs yang mengandung virus. Bahkan dapat ditipu untuk memberikan informasi nomor kartu kredit, atau informasi penting lainnya. 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement