
Sabtu , 27 Aug 2022, 16:35 WIB
Warga Inggris Hadapi Kenaikan Tajam Tagihan Listrik

Rabu , 10 Aug 2022, 14:25 WIB
Sri Mulyani: Laju Inflasi RI Relatif Lebih Rendah dari Argentina dan Turki

Senin , 27 Jun 2022, 19:08 WIB
Sri Mulyani Ungkap Alasan Pajak Karbon Gagal Diimplementasikan

Rabu , 22 Jun 2022, 07:51 WIB
CEO Chevron Minta Joe Biden Setop Kritik Industri Minyak

Sabtu , 11 Jun 2022, 07:36 WIB
Harga Energi dan Pangan Mengerek Inflasi AS ke Level Tertinggi dalam 40 Tahun Terakhir

Rabu , 25 May 2022, 01:17 WIB
Asosiasi Industri UMKM Minta Kenaikan Tarif Listrik Direncanakan Secara Matang

Sabtu , 21 May 2022, 21:14 WIB
Jokowi: Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Jumat , 22 Apr 2022, 12:38 WIB
IMF: Inflasi Negara Berkembang Bisa Mencapai 8,7 Persen pada Tahun Ini

Kamis , 07 Apr 2022, 19:43 WIB
Rusia Tuduh Uni Eropa Gunakan Energi Sebagai Alat Pemerasan

Selasa , 05 Apr 2022, 13:38 WIB
Harga Komoditas Pangan dan Energi Naik, Jokowi Minta Perlindungan Sosial Dipertebal

Jumat , 25 Mar 2022, 19:27 WIB
Dirut Indocement: Ketegangan Eropa Berdampak Harga Semen Naik

Kamis , 10 Feb 2022, 09:33 WIB
CEO Total: Konsumen Hadapi Harga Energi Tinggi Bertahun-Tahun

Harga Energi Rendah, Pengamat Sebut Tarif Listrik Bisa Turun
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengingatkan PT PLN (persero) untuk lebih fokus melakukan pembangunan pembangkit dan instalasi listrik di luar Pulau Jawa. Ia melihat pembangunan selama ini kurang menyentuh wilayah terpencil di daerah, khususnya luar Jawa. Faisal juga menekankan PLN bisa menjadi pemersatu pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal pembangunan kelistrikan. "Titik berat PLN adalah menciptakan...