Senin 10 Sep 2018 20:35 WIB

500 Penerbit akan Ramaikan IIBF di Jakarta

IIBF akan memamerkan sekitar 7.000 judul buku berbahasa Indonesia dan buku impor.

Red: Dwi Murdaningsih
Pengunjung melihat buku saat Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (6/9).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pengunjung melihat buku saat Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) bekerja sama dengan Badan Kreatif Indonesia (Bekraf) akan menggelar Pameran Buku International Indonesia (IIBF) 2018. Acara ini digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada 12-16 September 2018 mendatang.

"Akan ada sejumlah penerbit dari 17 negara yang hadir tahun ini," kata Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf, Boni Pujianto di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin.

Belasan negara yang turut berpartisipasi dalam pameran ini adalah Arab Saudi, Australia, Inggris, Cina, Maroko, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Turki, Singapura, Uni Emirat Arab, Thailand dan Tunisia.

Ketua Umum IKAPI, Rosidayati Rozalina mengatakan IIBF diadakan sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat dalam membaca buku, mempromosikan buku-buku terbaru dan digunakan sebagai sarana promosi bagi para pengarang buku kepada penerbit. IIBF tahun ini juga sebagai sarana pemasaran hak cipta dan sarana promosi pameran buku negara-negara partisipan dan sarana pertemuan stakeholder perbukuan.

Perempuan yang karib disapa Ida ini mengatakan, dalam acara IIBF 2018, selain para penulis buku, pihaknya juga mengajak sejumlah asosiasi yang berada di bawah naungan Bekraf untuk turut serta dalam penyelenggaraan pameran. "Tak hanya penulis, tapi kami mengajak asosiasi perfilman, komik dan lainnya untuk pameran di sini," katanya.

Dalam IIBF, sedikitnya ada 500 penerbit akan memamerkan sekitar 7.000 judul buku berbahasa Indonesia dan buku impor. Ribuan buku itu bergenre fiksi termasuk novel, buku nonfiksi, buku anak dan buku tema agama.

Ida merinci, nantinya di JCC, kedutaan Besar dan penerbit dari luar negeri akan menempati area Plenary Hall. Sementara penerbit dalam negeri akan menempati Cendrawasih Room dan area luar Plenary Hall. Selama lima hari kegiatan IIBF digelar, akan diadakan 100 acara dengan tema literasi, lomba untuk para siswa sekolah, wisata literasi untuk pelajar, seminar, talkshow, peluncuran buku, temu penulis, bursa naskah dan Indonesia Right Fair. Pameran ini dibuka untuk umum dan masyarakat bisa masuk dengan gratis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement